Click here to read this mailing online.

Your email updates, powered by FeedBlitz

 

 
Here is a sample subscription for you. Click here to start your FREE subscription


Dunia Anggara"Dunia Anggara" - 5 new articles

  1. Sepatu
  2. Menjembatani Kesenjangan Keadilan
  3. Ribut – Ribut Soal Pembahasan Rancangan KUHAP di Parlemen
  4. Karena Yang Klasik Itu Selalu Menarik
  5. Kubenci Kau dengan Cintaku
  6. More Recent Articles
  7. Search Dunia Anggara
  8. Prior Mailing Archive

Sepatu

Kita sadar ingin bersama, tapi tak bisa apa-apa
Terasa lengkap bila kita berdua, terasa sedih bila kita di rak berbeda
Di dekatmu kotak bagai nirwana, tapi saling sentuh pun kita tak berdaya


Filed under: Lain-Lain
    


Menjembatani Kesenjangan Keadilan

Konon kata orang pintar keadilan itu milik semua. Tapi dalam kenyataan bisa beda banget dan jauh panggang dari api. Dalam praktik sehari – hari keadilan itu tidak pernah menjadi milik semua orang. Tak usahlah keadilan substantif bahkan keadilan prosedural saja tidak pernah menjadi milik semua orang.

Orang – orang kaya bisa mudah mendapatkan lawyer  lawyer terbaik dan termahal yang ada di suatu Negara. Sementara untuk orang miskin, Negara modern yang demokratis pada umumnya menyediakan suatu sistem bantuan hukum nasional sehingga orang – orang miskin bisa memperoleh keadilan.

Dalam konteks yang demikian yang repot biasanya sih orang – orang yang masuk dalam kategori tanggung. Dibilang miskin susah, tapi kalau dibilang kaya ya jelas nggak masuk. Contohnya ya orang – orang kayak saya. Kalau saya kena perkara hukum, apalagi hukum pidana, saya jelas nggak mungkin mendapatkan status miskin sehingga masuk kriteria yang disyaratkan dalam UU Bantuan Hukum. Tapi kalau disuruh sewa lawyer komersial ya jelas nggak mampu.

Dalam kategori tanggung yang demikian apa yang bisa diperbuat orang – orang seperti saya? Paling banter ya rajin – rajin browsing internet untuk cari tahu apa yang bisa dilakukan untuk mewakili diri sendiri di dalam persidangan.

Sampai akhirnya saya nemu berita ini yang bilang kalau di Melbourne ada seorang lawyer meresmikan firma hukum virtual untuk orang – orang yang masuk kategori tanggung seperti saya. Sebuah laporan yang dibuat oleh Centre for Innovative Justice di Melbourne menemukan mayoritas penduduk berada di posisi “sandwiched between eligibility for public assistance and a realistic capacity to meet the costs of the private legal market

Laura Vicker, pendiri dari situs Nest Legal, menawarkan layanan hukum yang terjangkau dimana biayanya serba fix yang lebih mirip dengan harga pada menu yang ada di café langganan kita. Vickers juga menginginkan firmanya dapat diakses oleh banyak orang bahkan beroperasi di luar jam kerja.
Yang menariknya, Firma ini menawarkan “court coaching” untuk orang – orang yang berminat untuk mewakili dirinya sendiri dalam suatu persidangan di Pengadilan.

Menarik kalau ide ini bisa diterapin di Indonesia sih, sehingga “harga” untuk mendapatkan keadilan bisa terjangkau buat orang – orang yang masuk kategori tanggung seperti saya.


Filed under: Opini Hukum
    

Ribut – Ribut Soal Pembahasan Rancangan KUHAP di Parlemen

Rasa – rasanya beberapa hari ini saya gelisah banget. Terutama pas baca berita dari sini, sayapun menggerakan kursor saya menuju petisi yang dimaksud. Baiklah, lamat – lamat saya membaca petisi yang dibuat oleh Anita Wahid, Putri Mantan Presiden RI Abdurrahman Wahid.

Yang saya tangkap ide dari petisi ini sederhana, Anita Wahid menganggap bahwa Rancangan KUHAP dan Rancangan KUHP punya potensi besar untuk melemahkah KPK, lembaga yang dianggap dewa oleh banyak masyarakat Indonesia. Untuk itu, maka Rancangan KUHAP dan Rancangan KUHP diminta ditarik dari pembahasan di parlemen.

Saya sih senang dengan semangat sebagian besar orang Indonesia termasuk mbak Anita Wahid dalam konteks pemberantasan korupsi. Harus diakui korupsi sudah jadi budaya yang mendarah daging dan berurat berakar dalam sistem hukum dan politik di Indonesia. Karena itu memang diperlukan usaha yang serius untuk mencegah dan memberantas korupsi di Indonesia.

Khusus untuk Rancangan KUHP, saya setuju berat untuk ditarik namun bukan dengan alasan sesederhana yang disampaikan oleh mbak Anita Wahid yaitu melemahkan KPK. Saya benci berat dengan Rancangan KUHP karena Rancangan KUHP jauh lebih represif ketimbang KUHP (yang bikinan Belanda) dalam soal kebebasan berekspresi. Hal lain Rancangan KUHP buruk sekali proses draftingnya karena banyak copy paste dalam Rancangan KUHP tersebut.

Tapi bagaimana dengan Rancangan KUHAP? Mungkin sebagian dari kita masih mengingat kasus Kemat (Imam Kambali), Nenek Minah, dan kasus sandal jepit? Baru – baru ini kita juga sempat dihebohkan dengan penahanan benhan dan juga kasus penahanan Arsyad. Kita semua ribut dengan semua kasus – kasus itu dan banyak gerakan click activism yang muncul dan dilakukan.

Dalam konteks kasus besar (kalau mau dianggap sebagai kasus besar), kita pasti masih ingat kasus Prita Mulyasari dan juga kasus rekayasa yang dialami oleh bekas pimpinan KPK, Bibit Samad Rianto dan Chandra Hamzah.

Pertanyaan mendasarnya, kenapa kasus – kasus seperti itu banyak dan berulang kali terjadi? Dan apakah kita pernah diam sejenak untuk merenungkan kenapa kasus – kasus itu terjadi? Kasus – kasus itu sebenarnya hanya sebagian kecil dari kasus yang direkayasa atau diproses secara arbitrary (sewenang – wenang) yang ditangkap oleh pemberitaan media. Saya yakin kalau jumlah kasus – kasus yang direkayasa atau tersangka yang ditangkap dan ditahan secara sewenang – wenang jumlahnya cukup besar dan hal tersebut terjadi setiap hari, setiap jam, setiap menit, atau bahkan setiap detik.

Pernahkah terpikir, bahwa sistem peradilan pidana kita (yang saat ini masih berlaku) membuka peluang untuk terjadinya kesewenang – wenangan dan membuka luas terjadinya judicial corruption? Ingat ya, judicial corruption itu bukan hanya korupsi yang terjadi di Pengadilan tapi juga korupsi yang terjadi dalam sistem hukum khususnya sistem peradilan pidana.

Konon kata orang terkenal sih power tends to corrupt and absolute power corrupt absolutely. Demikianlah KUHAP yang saat ini kita pakai dan yang saat ini terjadi. Kewenangan besar dari penyidik dan penuntut umum di KUHAP sangat besar dan nyaris tanpa kontrol dan sangat minim tersedianya mekanisme kontrol dalam menggunakan kewenangannya. Karena itu tak heran, jika orang yang tidak bersalah bisa ditetapkan sebagai tersangka, ditangkap, ditahan, dan diproses sampai diputus bersalah dengan sangat mudah dan sekali lagi tanpa kontrol dan mekanisme kontrol yang memadai.

Situasi inilah yang mendorong banyak LSM HAM yang meminta agar ada pembaharuan terhadap KUHAP yang berlaku sekarang. Mengingat KUHAP yang saat ini berlaku memiliki potensi besar dan membuka peluang besar untuk terjadinya judicial corruption bahkan pada fase awal yaitu penyelidikan.

Dan tuntutan LSM – LSM HAM memuncak di 2011 yang disuarakan secara nyaring di kantor Kontras pada 9 Januari 2011 yang intinya mendesak pemerintah untuk segera mengajukan Revisi Rancangan KUHAP dan Rancangan KUHP ke DPR. Dan merespon terhadap tuntutan ini, pemerintah akhirnya mengajukan Rancangan KUHAP ke DPR pada maret 2013 yang lalu atau 2 tahun setelah konferensi pers di kantor Kontras tersebut.

Karena itu, dimanapun saya dikasih kesempatan berbicara, saya selalu ngomong kalau UU No 8 Tahun 1981 tentang Hukum Acara Pidana atau KUHAP itu perlu dimasukkan dengan segera ke Museum Nasional. Bukan karena sudah tua, tapi karena KUHAP warisan otoriterianisme Orde Baru yang melanggengkan praktek penyiksaan dan membuka peluang terjadinya kesewenang – wenangan. Karena itu kalau KUHAP nanti jadi masuk ke Museum Nasional harus dikasih label

Produk Legislasi Warisan Pemerintah Otoriter Orde Baru yang Melanggengkan Praktek Penyiksaan, Penyalahgunaan Wewenang, dan Kesewenang – Wenangan. Sebagai pengingat pada generasi yang mendatang untuk mencegah terulangnya kembali praktek tersebut

Saya akui, bahwa Rancangan KUHAP masih belum sempurna, terutama untuk isu proteksi hak asasi manusia. Tapi Rancangan KUHAP juga wajib diakui mengatur jauh lebih baik dari KUHAP. Untuk itu, kita perlu mendorong pembahasan Rancangan KUHAP di Parlemen dan pembahasan itu wajib dilakukan di parlemen hasil pemilu mendatang.

Agak naïf dan kalau boleh dibilang sedikit “tolol” kalau Rancangan KUHAP akan berdampak pada pelemahan upaya pemberantasan korupsi. Justru menurut saya Rancangan KUHAP akan lebih mendorong upaya pemberantasan korupsi dengan menutup semua celah yang mungkin untuk terjadinya judicial corruption. Tentu kita harus perbaiki hal – hal yang masih lemah, tapi kembali ke KUHAP dan hanya menawarkan KUHAP sebagai jalan keluar saat ini patut dicurigai adalah upaya untuk melanggengkan korupsi. Tanpa sadar, orang – orang yang menolak Rancangan KUHAP sebenarnya ikut genderang nyanyian dan tarian dari orang – orang yang menikmati kekuasaan tanpa batas dalam sistem peradilan pidana. Mereka juga ikut serta dan tanpa sadar terlena dalam tarian untuk melanggengkan praktek korupsi dalam sistem peradilan pidana yang saat ini berlaku.

Ya kalau mau baca sih, bisa dibaca riset soal penahanan dan praperadilan atau riset lainnya terkait Rancangan KUHAP dan KUHAP untuk bisa mengetahui kenapa kita perlu KUHAP yang baru.

Itu kalau sampeyan mau baca sih hehehehe


Filed under: Opini Hukum Tagged: KUHAP, rancangan kuhap, rkuhap, RUU KUHAP
    


Karena Yang Klasik Itu Selalu Menarik

Konon kabarnya kalau mau cari jodoh itu carilah sejarawan, kenapa? Karena semakin tua akan semakin dicintai hehehehe. Entahlah apakah kabar itu benar atau nggak sih. Tapi untuk satu hal, minimal soal kendaraan, motor atau mobil, saya lagi gandrung sama yang klasik. Nggak klasik banget sih, tapi kira2 mobil atau motor yang tahun pembuatannya sekitar 1965-1985-an lah.

Karena demen yang begitu, saya kadang –kadang beli koran untuk  mencari – cari apakah ada mobil/motor yang saya sukai itu. Sebenernya mobil atau motor yang saya demen sih terbatas, misalnya mobil keluaran mercedez yang dikenal luas seperti mercy tiger atau VW Kodok. Eh tapi VW Combi juga boleh sih.

Misalnya yang bentuknya kayak gini nih, tapi warnanya hitam. Sepertinya keren sih kalau punya mobil model begini

mercy tiger

Atau Mobil VW beetle begini juga kayaknya keren sih, soal warna mungkin warna merah cukup ok

Volkswagen_Beetle_Merah

Atau model VW Kombi Van ini juga menarik sih, warna putih atau putih Mutiara sepertinya keren

VW Kombi Van

Seperti biasa, dengan membeli Koran dan lihat iklan baris yang ada di koran tersebut saya coba menelusuri satu per satu. Ketemu beberapa mobil yang seperti yang saya inginkan. Sempat juga menelpon dan juga ketemu orang yang mau menjual mobilnya. Tapi tetap saja belum ketemu yang cukup pas kali ya. Maklum yang namanya iklan baris ya begitu, kadang yang tertera di tulisan belum tentu sama dengan yang ada di kenyataannya.

Masalah lain yang muncul adalah, saya sempat dua bulan keliling – keliling Jakarta hanya sekedar untuk melihat – lihat ketemu dengan penjual dan melihat mobilnya. Kerjaan yang begini ini, kadang – kadang melelahkan, ya mau gimana, paling cuma dapat tiga tempat dalam sehari. Kadang ketemu yang bagus tapi harganya nggak cocok atau giliran harganya cocok tapi mobilnya nggak okeh hehehehe (banyak maunya ya). Tapi ya begitulah manusia, selalu nggak ada puasnya.

Sampai suatu saat saya merasa lelah untuk mencari – cari mobil idaman saya, sampai suatu saat saya ketemu sama sahabat saya di masa kecil. Sahabat saya ini malah tertawa keras waktu saya cerita tentang perjuangan saya mencari mobil yang saya idamkan. Dia bilang, blogger koq mainannya masih offline. Ucapan yang sungguh sangat menohok buat saya, singkat sih, tapi nyebelin.

Akhirnya, sayapun iseng – iseng bertanya sama mbah gugel, kemana saya harus melakukan pencarian mobil yang saya idamkan itu ya. Sampai di satu titik saya ketemu website tempat jual beli mobil. Rupanya, situs ini tersedia tidak hanya untuk jual beli mobil di Indonesia, tapi juga di Bangladesh, Cameroon, Ghana, Mexico, Myanmar, Nigeria, Pakistan, Filipina, UAE, dan juga Vietnam.

Hal lain yang paling penting, menurut sahibul hikayat yang saya dengar kalau punya mobil klasik adalah join ke salah satu klub. Sempat gugling juga dan nemu Komunitas ini. Karena sebagai orang yang awam soal mobil, tentu saya butuh bergabung dengan komunitas untuk bisa lebih memahami soal dunia mobil, khususnya mobil klasik macam mercedez tiger ini.

Soal kalau rusak gimana ya, saya masih nggak lelah nyarinya, ternyata ada forumnya juga yang bahas soal bengkel yang direkomendasikan disini. Lumayan juga kalau dah nemu masalah Bengkel ini, sekali lagi karena saya orang awam, makanya perlu banyak cari informasi yang relevan.

Intinya cukup banyak informasi tersedia untuk jenis mobil impian saya ini, terima kasih yang sudah menciptakan internet, karena memudahkan saya untuk mencari mobil impian saya ini.

Tapi, sedihnya saat ini rasanya saya kudu ngalah dulu, ternyata mobil impian yang sudah saya incer dan sempat saya hubungi rupanya sudah kejual. Pas banget pas saya akhirnya ketemu penjualnya.

Ah, mudah2an lain kali saya bisa nemu lagi ya mobil impian ini. *berdoa

Sumber gambar:

http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/c/cd/123_280E_0477110307_%2814wik%29.JPG

http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/c/cf/Volkswagen_Beetle_.jpg

http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/c/ce/Vw_silverfish.jpg


Filed under: Lain-Lain
    

Kubenci Kau dengan Cintaku

Wajahmu terlalu indah tuk kubenci

Dan kuterus mencintaimu

Engkau terus melupakan aku


Filed under: Lain-Lain
    


More Recent Articles


Click here to safely unsubscribe from "Dunia Anggara." Click here to view mailing archives, here to change your preferences, or here to subscribePrivacy