Your email updates, powered by FeedBlitz

 
Here are the FeedBlitz email updates for you. Click here to start your FREE subscription



Desain Bangunan Studio dengan Eksterior Fasad dari Ubin Warna – Warni yang Atraktif Karya Assemble, London and more...

Desain Bangunan Studio dengan Eksterior Fasad dari Ubin Warna – Warni yang Atraktif Karya Assemble, London

Yardhouse_5

Review desain studio double-height dengan keunikan berupa dinding fasad bertekstur sisik yang terbuat dari ubin beton.

 

Ubin – ubin yang terbuat dari beton buatan tangan yang ditampilkan pada fasad sebuah bangunan ini mampu memberikan ciri khas yang membedakan bangunan ini dengan bangunan lain. Ubin tersebut disusun hingga membentuk tekstur dinding fasad yang “bersisik”. Ide unik ini dirancang oleh Assemble dan merupakan area kerja kolaboratif guna mengakomodasi seniman dan desainer. Lokasinya berada di timur kota London dan beberapa penampakan bangunan tersebut diperlihatkan melalui serangkaian foto – foto berikut ini karya fotografer David Grandorge.

Deskripsi umum mengenai Yardhouse, studio seni double-height

Assemble merupakan studio arsitektur yang berkantor di kota London. Salah satu proyek terdahulunya meliputi bioskop temporer yang berlokasi di bawah jalur cepat. Kali ini, studio arsitektur tersebut baru saja menyelesaikan sebuah bangunan yang ia namai Yardhouse. Bangunan ini berlokasi di kawasan Sugarhouse Yard dan diperuntukkan sebagai prototipe untuk bangunan studio seni yang low budget namun tetap artistik dan mampu mengakomodasi kreatifitas seniman atau desainer dan penghuni lain yang berkarya di sini.

Yardhouse_9

Desain Arsitektur Studio YardHouse – View 2

Sang arsitek melihat hal ini sebagai kesempatan untuk menunjukkan bagaimana sebidang tanah dengan jangka waktu penggunaan yang relatif singkat bisa diperuntukkan sebagai studio temporer, tempat berkarya bagi beberapa seniman dan desainer. Bangunan tersebut diharapkan bisa dengan mudah dibongkar dan disusun ulang di tempat lain jika nantinya masa sewa di lahan ini berakhir.

Yardhouse: Studio seni berbudget rendah

Dengan Yardhouse, sebenarnya sang arsitek ingin menunjukkan bahwa sebuah studio seni yang besar mungkin saja dibangun dengan budget yang relatif rendah tanpa mengurangi kesan studio yang nyentrik dan estetik yang mempertankan atmosfer kerja yang menyenangkan dalam studio tersebut. Untuk itu, perlu dibuat bangunan studio yang sederhana namun fleksibel, dengan beberapa sentuhan dekoratif dari tangan – tangak kreatif guna membuat studio tersebut berbeda. Pada bangunan ini, spesifikasinya ada pada footprint, orientasi, layout dan cladding dekoratif. Semua yang diaplikasikan pada bangunan ini sejatinya merupakan hal – hal general yang bisa diaplikasikan di tempat lain, dan dalam konteks serta peruntukkan yang berbeda.

Studio dengan struktur post and beam dan ubin warna – warni

Yardhouse dibangun dengan struktur post and beam dan sistem dasar off-the-shelf cladding. Namun, berkat tangan – tangan terampil dari arsitek yang membuat ubin warna – warni ini secara manual, fasad yang biasanya hanya nampak kaku dan polos – polos saja menjadi lebih hidup, atraktif, dan mampu memikat pandangan siapa saja yang melewati bangunan ini. Fasad dengan ubin warna – warni ini juga sekaligus menjadi identitas bangunan yang unik.

Yardhouse_2

Desain Arsitektur Studio YardHouse – View 3

Ide  awalnya datang dari keinginan untuk membuat tampilan eksterior yang dekoratif sehingga membuat halaman depan bangunan nampak lebih ceria dan semarak. Sang arsitek, Jones, menambahkan bahwa ia dan timnya mengadakan riset kecil – kecilan sebelum mewujudkan penggunaan ubin beton warna – warni ini menjadi salah satu bagian dari fasad. Kemudian, mereka menambahkan gaya dan ciri khas mereka sendiri ke dalamnya, sehingga menghasilkan sesuatu yang otentik.

Yardhouse_15

Desain Arsitektur Studio YardHouse – View 4

Ubin – ubin beton tadi sengaja disusun secara acak / random berdasarkan warnanya, menghasilkan kombinasi warna yang nyentrik. Bahkan di beberapa jenis ubin, pigmen warnanya ada yang dipertebal, sementara ubin yang lain dibuat dengan sedikit pigmen. Penataannya pun tidak ada aturan khusus. Mereka hanya mengaturnya berdasarkan pengamatan mereka dan penilaian mereka yang mereka anggap menarik.

Yardhouse_8

Desain Arsitektur Studio YardHouse – View 5

Bangunan ini memiliki luas rancangan  12 x 12 meter persegi, menciptakan layout dengan 3 gang di mana terdapat 16 studio di sepanjang tepian lahan, sementara di bagian tengahnya dibangun atrium tinggi di mana seniman, desainer, penghuni dan para pekerja dapat berinteraksi satu sama lain.

Studio fleksibel tanpa partisi internal

Studio – studio di dalamnya dibangun tanpa partisi internal, sehingga memungkinkan setiap ruang untuk disesuaikan ukuran dan lebarnya untuk penggunaan yang berbeda – beda. Mereka yang ingin menyewa bangunan studio di sini boleh menyewa 4 lahan sekaligus, dan menyesuaikan pembagian ruangannya sesuai dengan kebutuhan atau pola kerja mereka.

Yardhouse_11

Desain Arsitektur Studio YardHouse – View 6

Studio – studio tersebut didesain fleksibel untuk menjawab keinginan para desainer dan seniman agar memiliki lingkungan kerja yang ramah, nyaman, dan kolaboratif serta memungkinkan mereka untuk berfikir kreatif dan terus berinovasi dengan memperluas dan mengganti layout area kerjanya guna memungkinkan mereka bercengkrama dengan lebih banyak orang.

Yardhouse_12

Desain Arsitektur Studio YardHouse – View 7

Lorong tengah luasnya cukup besar yang memungkinkan furnitur dan bahan-bahan yang diperlukan selama proses berkarya dengan mudah dipindahkan dari satu area ke area lain, serta digunakan untuk kepentingan bersama.

Langit – langit studio yang tinggi

Langit-langit pada studio ini cukup tinggi, yang bervariasi antara 3,5 hingga 4,2 meter. Hal demikian membantu meningkatkan intensitas cahaya matahari masuk ke dalam ruangan dan berfungsi sebagai pencahayaan alami.

Yardhouse_10

Desain Arsitektur Studio YardHouse – View 8

Dengan dukungan dari the London Legacy Development Corporation, Assemble berhasil membangun sebuah bangunan yang menghabiskan total dana £80,000, sebagian besar dengan memanfaatkan metode konstruksi non-spesialis, sehingga tidak perlu menggunakan tenaga bricklayers, tukang kayu, atau tenaga ahli khusus untuk menangani pembuatan aspek tertentu pada bangunan.

(image source by: www.dezeen.com)

..

architectaria.com | Arsitek, Desain Interior, General Contractor

(Jika anda menganggap artikel ini bermanfaat, jika anda menikmati membaca artikel-artikel di web ini, anda dapat berlanggangan untuk membaca artikel ini melalui email. Silahkan klik DISINI jika anda ingin berlangganan membaca artikel dari architectaria.com melalui email).

Desain Bangunan Studio dengan Eksterior Fasad dari Ubin Warna – Warni yang Atraktif Karya Assemble, London is a post from: PT. Architectaria Media Cipta

    



Barang – Barang yang Tak Perlu Dihadirkan di Asrama Mahasiswa / Kos – Kosan

kamar-kost

Berbagai jenis benda dan furnitur yang tidak memiliki fungsi signifikan di asrama mahasiswa / kamar kos.

 

Hasil SBMPTN baru saja diumumkan. Hal ini menjadi kabar gembira bagi mereka yang tengah memasuki tahun – tahun awal menjadi seorang mahasiswa. Tatkala menjadi mahasiswa, selain status dan level pendidikan yang lebih tinggi, seseorang juga dituntut untuk mengalami perubahan dalam hidupnya, terutama bagi mereka yang berkuliah jauh dari tempat tinggal asalnya. Tinggal di asrama mahasiswa atau kos – kosan yang lokasinya tak jauh dari kampus menjadi hal yang mesti dilakoni.

Namun, sebagai mahasiswa baru, kadang – kadang keluarga, orang tua, atau bahkan mereka sendiri menjadi terlalu panik hingga berusaha menyediakan semua barang demi mencukupi kebutuhannya. Padahal, ada beberapa barang atau benda yang tak perlu dihadirkan di asrama mahasiswa dikarenakan fungsinya yang tak signifikan mengingat keterbatasan luas kamar kos. Berikut ini benda – benda yang tak seharusnya berada di kamar kos atau asrama mahasiswa.

  1. Meja setrika

Meja setrika ukurannya sangat lebar, tak sebanding dengan lebar kamar kos yang sebatas. Selain itu, penggunaannya juga tak terlalu signifikan karena seorang mahasiswa biasanya tinggal sendiri dan kebutuhan untuk menyetrika pakaian – pakaiannya tentu tidak begitu besar. Untuk mengakomodasi kegiatan menyetrika, hal ini bisa dilakukan di atas meja portabel serbaguna,  atau cukup dengan melampirkan beberapa lapis kain di lantai yang dijadikan alas setrika.

  1. Blender, coffe maker, toaster, dan smaller apliances

Untuk penggunaan individu, penempatan blender, coffe maker, toaster, dan smaller apliances tidaklah terlalu signifikan. Meksipun ukurannya tak terlalu besar, namun toh keberadaan appliances tersebut cukup menyita ruang asrama atau kamar yang memang tak begitu besar. Smaller appliances tersebut akan lebih baik difungsikan secara bersama / komunal dan diletakkan di dapur atau pantry yang biasa digunakan sharing dengan penghuni kamar kos lain. Dengan begitu, hal ini bisa cukup menghemat penggunaan space dalam kamar kos.

  1. Furnitur yang tidak fungsional

Furnitur – furnitur yang tidak fungsional atau furnitur yang memiliki fungsi namun tidak signifikan sebaiknya tak dihadirkan di dalam kamar kos sebab hanya akan mempersempit area dalam kamar kos. Berbagai furnitur yang tak berperan signifikan misalnya bean bag seat. Bean bag seat merupakan salah satu jenis tempat duduk yang sangat nyaman karena halus, empuk, dan terasa pas di badan jika diduduki. Namun, bean bag seat ini cukup menyita tempat dan tak cocok ditempatkan di kamar kos dengan ukuran space yang minim. Bean bag seat umumnya sering ditempatkan di kamar tidur yang ukurannya cukup luas.

  1. Loud Speaker, karaoke set dan perangkat musik lain

Ketika tinggal dalam sebuah asrama atau kamar kos, kita dituntut untuk memiliki rasa peka dan solidaritas yang tinggi dengan sesama penghuni kos yang berada di sebelah kita. Hal ini berarti kita dilarang untuk membuat keributan atau suara – suara keras yang bisa mengganggu kenyamanan penghuni lain. Di asrama mahasiswa misalnya, biasanya berlaku peraturan yang lebih ketat. Bagi penyuka musik yang gemar berkaraoke atau gemar mendengarkan musik dengan keras melalui loud speaker , sebaiknya tahan dulu untuk tidak melakoni hobi ini ketika tinggal atau berada di asrama. Maka dari itu, keberadaan stereo, karaoke set, atau loud speaker memiliki peran yang tak terlalu penting untuk kamar mahasiswa dan sebaiknya tidak perlu dihadirkan.

  1. Peralatan gym

Hobi berolahraga atau ngegym memang tidak ada salahnya. Tetapi, kita tentu tahu bahwa hobi ini membutuhkan peralatan gym yang ukurannya cukup besar dan menyita tempat. Menghadirkan peralatan gym dan menempatkannya di dalam kamar kos atau asrama mahasiswa tentu bukan hal bijak dan justru akan membuat kamar kos menjadi lebih sesak dan pengap. Jika tetap ingin menempatkan peralatan gym, sebaiknya pilih peralatan yang portabel yang mudah dilipat dan bisa disimpan di atas lemari / di kolong tempat tidur jika sedang tak digunakan.

  1. Kopor – kopor berukuran besar

Ketika pindah dari rumah asal ke asrama, banyak benda – benda yang diangkut ke dalam kopor – kopor besar guna memudahkan dalam pengangkutan. Kopor – kopor ini pun akhirnya tertinggal di kamar kos dan keberadaannya cukup memenuhi ruangan. Jika Anda tergolong jarang bepergian, keberadaan kopor – kopor ini tentu tak terlalu signifikan. Solusinya dengan mengamankan kopor – kopor  ini ke tempat lain, atau dengan memanfaatkannya sebagai area penyimpanan tambahan, misalnya digunakan untuk menyimpan aksesoris, jilbab, atau bahkan koleksi buku Anda.

  1. TV dan peralatan elektronik mewah

Menghadirkan TV pribadi dan peralatan elektronik mewah dalam kamar kos bukan hal yang bijak. Hal ini kadang bisa memancing kecemburuan penghuni kos lain. Atau, kadang hal ini justru bisa mengganggu kenyamanan Anda, terlebih bila ada beberapa teman yang ingin menumpang menggunakan TV atau peralatan elektronik milik Anda.

Di asrama mahasiswa, peraturan biasanya lebih ketat, di mana setiap mahasiswa tidak diperkenankan membawa TV pribadi. TV biasanya disediakan di beberapa sudut yang bisa ditonton secara kolektif dengan sesama penghuni asrama yang lain.

Selamat mencoba :)

..

architectaria.com | Arsitek, Desain Interior, General Contractor

(Jika anda menganggap artikel ini bermanfaat, jika anda menikmati membaca artikel-artikel di web ini, anda dapat berlanggangan untuk membaca artikel ini melalui email. Silahkan klik DISINI jika anda ingin berlangganan membaca artikel dari architectaria.com melalui email).

Barang – Barang yang Tak Perlu Dihadirkan di Asrama Mahasiswa / Kos – Kosan is a post from: PT. Architectaria Media Cipta

    


Ketahui Berbagai Bahaya yang Mengintai Sudut Rumah Kita

rumah_aman_1

Berbagai hal di dalam ruangan atau di sekitar rumah yang berpotensi membahayakan keselamatan anak – anak.

 

Semua tentu sepakat bahwa tidak ada yang lebih berharga dibandingkan menghabiskan waktu bersama keluarga. Dengan kehadiran anak – anak, tentu seisi rumah menjadi lebih hidup dan menyenangkan. Sayangnya, ada beberapa benda – benda yang bisa berbahaya bagi si kecil. Untuk itu, cari tahu hal – hal di sudut ruang tamu Anda untuk mengetahui benda-benda yang berpotensi membahayakan anak – anak.

  1. Perapian

Jika Anda tinggal di lingkungan berhawa dingin dan memiliki perapian di rumah, pastikan agar anak – anak berada jauh darinya. Sebab, meskipun terlihat tenang, ada begitu banyak bahaya yang mengelilingi perapian. Mungkin saja ada sisa bara api, serpihan sisa – sisa kayu yang masih panas, atau ujung kayu yang tajam dan keras yang bisa melukai kulit.  Sebaiknya, beri pembatas di area sekeliling perapian agar anak – anak tak mudah menjangkaunya.

  1. Jendela

Jendela adalah fitur wajib pada sebuah ruangan dan sangat mustahil ada ruangan tanpa jendela. Sayangnya, jendela bisa menjadi peluang bahaya jika ada anak kecil yang merangkak keluar tanpa pengawasan orang tua hingga terjatuh dari jendela. Solusinya, Anda bisa memasang tralis, sehingga ketika jendela terbuka, anak – anak tidak akan mudah melewatinya. Alternatif lain, desain sebuah jendela yang hanya bisa terbuka beberapa senti meter saja, tidak sepenuhnya, sehingga anak – anak tidak bisa lolos atau melewati lebar bukaannya.

  1. Tirai / gorden

Siapa sangka, benda yang tak pernah kita duga akan mengakibatkan bahaya justru bisa menjadi salah satu sumber bahaya, contohnya tirau/gorden. Tirai bisa menjerat anak – anak, terutama pada ikatannya yang menjuntai. Maka, biasakan mengikat tirai atau gorden dengan rapi, jangan sampai ikatannya terhampar di tanah begitu saja. Sebab, anak – anak terutama yang masih balita akan dengan mudah meraihnya dan menjeratkannya pada tubuh mereka.

  1. Tanaman hias yang ditempatkan dalam ruangan

Tanaman hias memang nampak sedap dipandang dan mampu memperbaiki kualitas udara dalam ruangan. Namun, ternyata beberapa tanaman hias terindikasi menyebabkan bahaya bagi orang yang berada di sekitarnya, terutama bagi mereka yang sensitif. Dieffenbachia dan philodendron adalah beberapa jenis tanaman hias yang biasa ditanam di sekitar rumah. Tanaman ini mengandung oxalates, yakni kristal mikroskopis yang bisa menyebabkan iritasi, rasa sakit, dan peradangan bila dikunyah, atau dimasukkan ke dalam mulut.

Anak – anak biasanya senang memasukkan apa saja ke dalam mulutnya, termasuk daun atau bagian dari tanaman yang bisa mereka raih. Maka bagi Anda yang masih memiliki anak balita atau hewan peliharaan, sebaiknya tak menanam jenis tanaman ini di rumah dan tanamlah tanaman yang tidak mengandung racun. Atau bila Anda tetap ingin menanamnya, lokasikan tanaman ini ditempat yang sulit dijangkau anak kecil dan hewan peliharaan.

  1. Lantai kotor dan licin

Lantai menjadi area yang riskan akan ancaman bahaya, terutama bahaya virus dan kotoran yang berasal dari kaki. Padahal, sebagian besar anak kecil lebih senang bermain di lantai. Untuk itu, disarankan menempatkan beberapa kesetan / pengesat kaki di beberapa sudut, di depan pintu, terutama di depan pintu utama. Selain itu, rajin – rajinlah memelihara kebersihan lantai dengan menyapu dan mengepelnya secara berkala. Lantai yang kotor kadang juga menjadi lebih licin, terutama di beberapa area di rumah, misalnya di area depan kamar mandi, area dapur, dan teras paska terkena air hujan. Waspadai lantai yang licin ini karena akan menyebabkan kita lebih mudah terpeleset.

  1. Rak buku

Di bandingkan dengan lemari, rak buku tentu tidak terlalu solid dan kokoh, menjadikannya mudah roboh bila sedikit saja tersenggol. Bila roboh, isi yang ada di dalamnya akan terjatuh dan mengenai orang yang didekatnya. Karakter rak buku yang bersekat – sekat tentu menarik minat anak kecil untuk menaiki / memanjat di atasnya. Hal ini menjadi ancaman bahaya bagi anak karena rak buku bisa saja roboh dan isinya berhamburan hingga mengenai tubuh si anak. Melihat potensi bahaya yang ada pada rak buku, bukan berarti serta merta kita mesti menyisihkannya dari ruangan.

Untuk mengurangi resiko rak untuk terjatuh, susunlah buku – buku berdasarkan ketebalannya, di mana buku – buku yang lebih tebal ditempatkan di bawah, sementara buku – buku ringan seperti buku resep, buku tips, atau majalah – majalah tipis bisa diletakkan di rak bagian atas. Buku yang tebal dan berat yang diletakkan di rak bagian bawah akan memberikan kestabilan pada rak tersebut, menjadikannya tidak mudah goyah dan roboh.

rumah_aman_2

Outlet Listrik yang Berpotensi Bahaya Bagi Anak-anak

  1. Lampu meja, standing lamps, dan segala jenis lampu

Satu ancaman keamanan di ruangan yang sering diabaikan adalah lampu. Pada lampu, ada tiga kemungkinan bahaya yang bisa timbul, listrik, panas dan permukaan kaca pada bohlamnya yang rawan pecah. Disarankan untuk memilih lampu dengan dudukan yang kokoh, sehingga tidak mudah lepas. Selain itu, untuk lampu meja atau standing lamp, posisikan lampu – lampu ini merapat ke dinding / sudut ruangan, dan jangan sampai ada kabel yang menjuntai yang bisa membuat orang lain terjerat. Kabel dari lampu ini juga bisa mengundang perhatian anak kecil untuk menarik – nariknya hingga lampu terjatuh dan menimpa si anak.

Selamat mencoba :)

..

architectaria.com | Arsitek, Desain Interior, General Contractor

(Jika anda menganggap artikel ini bermanfaat, jika anda menikmati membaca artikel-artikel di web ini, anda dapat berlanggangan untuk membaca artikel ini melalui email. Silahkan klik DISINI jika anda ingin berlangganan membaca artikel dari architectaria.com melalui email).

Ketahui Berbagai Bahaya yang Mengintai Sudut Rumah Kita is a post from: PT. Architectaria Media Cipta

    



Serba – Serbi Beranda: Apa yang dimaksud dengan Beranda?

beranda_1

Hal  – hal berkaitan dengan beranda termasuk definisi beranda, manfaat beranda, ide dan referensi beranda, hingga cara mendekorasi beranda.

Beranda, lanai, dek, galeri, serambi, sebenarnya semua istilah tersebut merujuk pada sebuah area berkumpul di luar rumah yang mampu meningkatkan tampilan sebuah rumah dan memungkinkan penghuninya menikmati alam bebas dengan atap yang terlindung. Beranda merupakan ekstensi dari rumah dan berfungsi sebagai area tambahan yang menjadi bagian dari area eksterior. Beranda adalah ruang outdoor namun dengan tertutupi atap. Beranda melekat dengan rumah, mirip sebuah serambi, tak heran banyak yang menyebut beranda dan serambi adalah dua hal yang serupa.

Karakteristik beranda

Beranda memiliki atap yang terbuka, dan biasanya memiliki kolom yang mendukung struktur atap.

Railing pada beranda

Kadang-kadang, beranda juga dilengkapi dengan railing untuk menopang kolom (columns).

Manfaat dari Beranda

Beranda memberikan area ekstensi sekaligus transisi antara interior dan eksterior rumah dan memungkinkan akses dari dalam rumah menuju ke area luar rumah secara smooth. Dengan adanya atap yang terpasang di atas beranda, beranda bisa dijadikan tempat berlindung dari hujan dan sengatan matahari ketika kita ingin menghirup udara di luar ruangan.

Ide dan referensi untuk membangun beranda

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya bahwa beranda memiliki istilah yang merujuk kepada teras tertutup yang mirip dengan serambi. Beranda bisa hadir dalam beragam desain dan bahan bangunan. Beranda yang memiliki karakteristik umum yang melekat pada struktur utama menjadikan kita perlu mempertimbangkan banyak ide dan referensi sebelum membangun beranda.

Jenis dukungan, luas beranda dan struktur atap beranda adalah pertimbangan penting untuk membangun beranda itu sendiri. Dengan mempelajari fitur dan karakteristik beranda dan struktur bangunan, hal ini akan membantu Anda menciptakan beranda yang menyatu dengan struktur yang sudah ada, sehingga meningkatkan fungsionalitas untuk ruang terbuka Anda.

Pondasi beranda

Lantai beranda dan bingkai yang menjadi struktur penopangnya berdiri pada sebuah dasar yang kokoh. Pondasi beranda mayoritas terdiri dari poured concrete footings atau precast concrete piers.

Ukuran beranda

Luas atau  lebar beranda turut menentukan fungsi dan potensi beranda. Ketika merancang beranda, pemilik rumah harus mempertimbangkan penggunaan beranda yang nantinya akan difungsikan untuk kegiatan outdoor. Sebagai contoh, beranda yang berlokasi di lantai dua mampu memberi ekstensi pada bangunan. Ada juga beranda yang menjorok ke dalam dan berdekatan dengan pintu masuk, yang mampu menciptakan sebuah area untuk bersantap di luar ruangan sekaligus sebagai area ruang tamu outdoor.

Jika Anda berencana untuk menambahkan beberapa furnitur di beranda Anda, perhatikan pula jenis dan ukuran meja dan kursi tanpa mengurangi area mobilisasi untuk beraktifitas di beranda Anda.

Atap pada beranda

Atap beranda biasanya terpaut atau melekat pada struktur rumah yang berdekatan, dan kebanyakan desainer menentukan desain atap beranda dengan menyesuaikan desain dan bahan struktur atap yang sudah ada sebelumnya. Dalam beberapa kasus, binkai atap beranda terkoneksi langsung ke fasia atap yang sudah ada dan menjadi sebuah ekstensi yang match antara bangunan dengan beranda. Sebagai alternatif, Anda dapat melekatkan struktur atap beranda pada struktur dinding bangunan utama. Atap beranda terpasang ke dinding yang memiliki jenis single-slope.

Atap beranda bisa terbuat dari material apa saja,  termasuk dari bahan ubin, asphalt shingles, logam seperti seng, atau panel – panel plastik. Untuk meningkatkan paparan cahaya alami dan agar cahaya matahari bisa masuk dan menembus atap beranda, pertimbangkan untuk memilih jenis atap beranda yang tembus pandang / transparan.

Mendekorasi beranda

Beranda adalah teras outdoor yang tertutup. Berbagai pilihan dekorasi bisa dipertimbangkan untuk meningkatkan tampilannya agar lebih menarik dan bersahaja.  Beranda memiliki sifat yang serbaguna, karena bisa dimanfaatkan sebagai ruang tamu, ruang keluarga, dan ruang makan outdoor. Dengan pemilihan dekorasi beranda yang tepat, niscaya tampilan eksterior rumah Anda pun meningkat.

Beranda akan tampak lebih indah jika diaplikasikan cat yang sesuai dengan warna bangunan. Namun sebelum mengaplikasikan cat tersebut, pertama aplikasikan dulu cat dasar / cat primer, baru kemudian aplikasikan cat dengan warna yang sesuai warna bangunan. Cara ini dilakukan demi menjaga agar warna cat lebih hidup dan tak mudah memudar. Pastikan cat yang dipilih adalah cat eksterior yang memiliki fitur weathershield, sehingga mampu melindungi tampilan cat agar nampak indah lebih lama dan tak cepat pudar meski terpapar hujan dan sinar matahari langsung.

Tambahkan tanaman di sekitar beranda 

Menambahkan beberapa tanaman dalam pot di sekitar beranda memberikan sentuhan estetik yang alami.  Beragam tanaman bisa Anda pilih, misal tanaman sayuran, buah – buahan seperti tomat atau strawberry, atau tanaman herbal seperti mint jahe, atau thyme.  Tanaman begonia, kaktus, atau pakis juga bisa dipilih karena tanaman – tanaman ini lebih toleran pada area yang teduh dan tak terpapar sinar matahari langsung. Jika tak ingin mengaplikasikan tanaman dalam pot, altenatifnya, Anda bisa mengaplikasikan tanaman rambat. Tanaman rambat yang disusun secara vertikal bisa dijadikan backdrop pada beranda.

Selamat mencoba :)

..

architectaria.com | Arsitek, Desain Interior, General Contractor

(Jika anda menganggap artikel ini bermanfaat, jika anda menikmati membaca artikel-artikel di web ini, anda dapat berlanggangan untuk membaca artikel ini melalui email. Silahkan klik DISINI jika anda ingin berlangganan membaca artikel dari architectaria.com melalui email).

Serba – Serbi Beranda: Apa yang dimaksud dengan Beranda? is a post from: PT. Architectaria Media Cipta

    


Window Treatment Cantik Untuk Ruangan Tampil Menarik

oriental-window-treatment_1

Window Treatment untuk jendela yang mencakup tirai dan gorden khususnya untuk jendela tradisional oriental bergaya Jepang dan jendela bay.

Sebuah ruangan yang sunyi dan monoton bisa seketika menjadi lebih semarak dengan melakukan penataan jendela atau yang lebih populer disebut sebagai Window treatment. Window treatment mampu membawa perubahan dan memberikan gaya tersendiri bagi ruangan, terlebih bila kita memilih window treatment yang sesuai melalui pemilihan gaya, warna, dan bahan kain yang tepat. Alhasil, tampilan ruangan yang indah pun mudah diwujudkan.

Window treatment juga dikenal pada gaya desain interior oriental, terutama Jepang. Tak ayal, gaya desain ini kerap menerapkan penggunaan window treatment yang kental nuasa Jepang nan oriental dan natural. Apa saja elemen – elemen window treatment bergaya Jepang ini?

  • Bambu

Bambu merupakan material yang umum digunakan sebagai window treatment terutama untuk mempertegas kesan oriental. Bambu diwujudkan dalam bentuk tirai atau kerai. Fungsi utamanya untuk menghalau sinar matahari agar tak terlalu menyilaukan dari jendela. Kerai bambu ini juga difungsikan jika penghuni ruangan ingin membuka jendela guna mendapatkan hawa segar. Dengan kerai ini, penghuni ruangan masih akan tetap terjaga dari luar karena kerai bambu sangat rapat dan mampu menghalau pandangan dari luar.

Sebenarnya, ada beberapa macam bahan yang bisa dijadikan tirai atau kerai, misalnya manik – manik, kerang laut, batuan alam, dsb. Namun, bahan bambu lebih disukai karena bahan bambu yang ringan dan relatif mudah dibentuk. Bambu juga memiliki kemampuan yang lebih dalam menghalau sinar matahari dibandingkan bahan yang lain.

  • Tatami

Tatami merupakan bahan anyaman dari rumput atau jerami dan biasa digunakan di rumah – rumah tradisional Jepang, terutama digunakan sebagai window treatment. Tatami biasanya lebih fleksibel dan bisa digulung ke atas saat tidak digunakan. Tapi, kini ada juga tatami dalam bentuk screen/layar yang relatif lebih kaku namun tetap memberikan kesan oriental ala Jepang.

  • Shoji screen

Shoji screen merupakan window treatment unik karena terbuat dari rice paper. Rice paper adalah bahan kertas yang sangat tipis yang bisa dimakan, tapi juga bisa menjadi sarana seni dan melukis, termasuk dijadikan tirai atau screen dekoratif yang dinamakan shoji screen ini. Shoji screen yang dipasang di depan jendela tidak akan mampu memblok sinar matahari, tapi mampu membuat cahaya matahari tak terlalu terang dan memberikan efek tersendiri bagi cahaya matahari itu sendiri. Screen ini juga akan memberikan tampilan natural dari rice paper.

oriental-window-treatment_2

Shoji Screen, Window Treatment ala Oriental (Jepang)

  • Noren

Noren merupakan penutup yang biasa diaplikasikan pada pintu dan jendela serta terbuat dari kain. Di atas Noren ini biasanya terdapat gambar – gambar bunga sakura, naga, atau huruf kanji. Noren lebih banyak diinstal pada jendela dan pintu di area pertokoan ketimbang di area perumahan. Noren biasanya menjadi penanda bahwa toko tersebut sedang buka.

Untuk window treatment pada jendela bay, adakah perlakuan khusus?

Mengingat jendela bay memiliki bentuk unik dan khusus yang berbeda dari jendela – jendela tradisional pada umumnya, maka ada perlakuan khusus window treatment pada jendela bay. Beberapa perlakuan khusus window treatment untuk jendela bay yakni:

  • Pertimbangkan berapa banyak segi atau faset pada jendela bay

Kita tahu bahwa jendela bay hadir dalam banyak segi atau faset, kadang tiga hingga lima segi. Dengan begitu, Anda memerlukan gorden dengan 3 , 4, atau 5 faset, menyesuaikan bentuk jendela bay.

  • Perhatikan bay-window effect

Jika ruangan Anda termasuk kecil, kehadiran Jendela bay sangat menguntungkan karena mampu menciptakan efek seolah – olah ruangan menjadi lebih luas dan mampu menghadirkan pemandangan luar dengan dimensi yang lebih lebar. Efek ini dinamakan bay-window effect. Untuk itu, jangan hadirkan tirai pada jendela bay ini karena tirai atau screen hanya akan menghalau atau mematikan bay-window effect.

  • Seberapa besar efek translusens yang Anda inginkan

Jika tipe ruangan yang Anda miliki saat ini tergolong luas, tentu menghadirkan tirai atau screen bukan masalah. Namun dalam memilih screen, pastikan Anda tahu seberapa besar efek translusens yang Anda inginkan pada ruangan yang terdapat jendela bay ini. Tirai yang lebih buram bisa memberi kesan temaram dalam ruangan sekaligus membuat ruangan yang terlalu besar nampak lebih rapat dan kecil. Jika ingin menghalau sinar matahari lebih baik, sebaiknya pilih tirai 2 lapis, di mana lapisan luar tebal, sementara lapisan dalamnya sangat tipis dan mampu mengurangi intensitas sinar matahari. Dengan cara ini, ruangan bisa terlindungi dari paparan sinar matahari yang terlalu menyilaukan.

  • Pastikan window treatment pada jendela bay sesuai dengan keseluruhan konsep desain interior ruangan

Jendela bay dan window treatmennya seharusnya tidak difungsikan sebagai kesatuan atau elemen tersendiri, tapi sebagai salah satu elemen yang mensupport konsep desain interior ruangan di mana jendela bay ini diterapkan. Selain itu, kita perlu memperhatikan aspek lokasi di mana jendela bay ini berada, apakah berada di rumah yang di kelilingi pemandangan pegunungan, pedesaan, sungai, atau laut. Dengan begitu, kita bisa mengadaptasinya untuk dijadikan penentu konsep window treatment pada jendela bay.

Selamat mencoba :)

..

architectaria.com | Arsitek, Desain Interior, General Contractor

(Jika anda menganggap artikel ini bermanfaat, jika anda menikmati membaca artikel-artikel di web ini, anda dapat berlanggangan untuk membaca artikel ini melalui email. Silahkan klik DISINI jika anda ingin berlangganan membaca artikel dari architectaria.com melalui email).

Window Treatment Cantik Untuk Ruangan Tampil Menarik is a post from: PT. Architectaria Media Cipta

    



More Recent Articles



Click here to safely unsubscribe from "PT. Architectaria Media Cipta." Click here to view mailing archives, here to change your preferences, or here to subscribePrivacy