Your email updates, powered by FeedBlitz

 
Here are the FeedBlitz email updates for you. Click here to start your FREE subscription



Tips Merangkai Bunga Sederhana untuk Hiasan Meja and more...

Tips Merangkai Bunga Sederhana untuk Hiasan Meja

dekorasi_bunga_1

Tips merangkai bunga, serta bahan yang dibutuhkan dan langkah – langkah sebelum memulai merangkai bunga untuk pemula.

 

Sebentar lagi akan ada dua perayaan besar, yakni Natal dan Tahun Baru. Beberapa orang menyambut kedua momen ini dengan suka cita dan mengadakan pesta kecil – kecilan dengan mengundang beberapa teman atau kerabat. Untuk momen penting ini, Anda mungkin memerlukan beberapa centerpiece atau hiasan meja guna membuat para tamu terkesan.

Bunga menjadi salah satu dekorasi yang disukai semua orang. Selain karena tampilannya yang warna – warni, bunga segar juga mengeluarkan wangi semerbak yang bisa menyegarkan seluruh sudut ruangan. Agar komposisi bunga lebih seimbang dan tampak lebih indah  tatkala diletakkan di meja, ada tips – tips merangkai bunga untuk semua orang. Siapkan peralatan di bawah ini dan ikuti langkah – langkahnya sebelum memulai merangkai bunga untuk hiasan meja.

Peralatan dan bahan untuk merangkai bunga

  1. Vase kaca
  2. Bunga yang akan dirangkai
  3. Daun – daun yang lebar
  4. Isolasi
  5. Air
  6. Lemon-lime soda
  7. Bleach
  8. Gunting atau pisau untuk memotong tangkai bunga
  9. Stapler

dekorasi_bunga_2

Bunga dan Vas Sebagai Elemen Dekoratif Dalam Ruangan

Langkah – langkah dalam merangkai bunga untuk pemula

  1. Pilih jenis dan jumlah bunga yang akan dirangkai

Sebelum memulai merangkai bunga, kita harus memilih jenis bunga dan menentukan jumlah yang pas dengan memperhatikan ukuran vas bunga, terutama bagian openingnya. Sediakan bunga dengan jumlah yang cukup banyak, dan apabila dikumpulkan, luasnya akan mendekati empat kali lipat dari lebar bukaan pada vas bunga.

Selain jumlah, pertimbangkan juga kesesuaian warna antara satu bunga dengan bunga yang lain dalam satu rangkain. Agar lebih ‘aman‘, sebaiknya pilih beberapa jenis bunga dengan warna senada atau monokromatis. Cukup pilih 3 hingga 5 jenis bunga dengan warna yang senada.

  1. Siapkan vas bunga

Bunga yang akan diletakkan di vas bunga adalah bunga potong, atau bunga yang sudah dipotong dari tanamannya. Untuk menjaga kesegaran bunga potong ini, vas bunga harus diisi dengan air yang memiliki cukup kandungan asam, gula, dan antibacterial agent. Unsur asam berguna untuk membuat air bisa masuk ke dalam pori – pori tangkai bunga lebih mudah, sementara gula berfungsi sebagai nutrisi yang menjaga kesegaran lebih lama.  Antibacterial agent bermanfaat untuk membunuh bakteri. Lemon-lime soda merupakan zat yang sudah mengandung cukup asam dan gula, sedangkan untuk bacterial agent, kita bisa menggunakan bleach atau pemutih.

Isi vas bunga dengan air hingga mengisi tiga perempat bagian vas. Tambahkan lemon-lime soda ke dalam air dengan komposisi 1:3, lalu tambahkan sedikit bleach.

  1. Buat agar vas tampak “penuh”

Kebanyakan, rangkaian bunga yang dibuat oleh florist profesional terlihat “penuh” dan tanpa menampakkan tangkai bunga. Hal ini bisa disiasati dengan menggunakan vas keramik, lalu memenuhi opening vas dengan bunga yang banyak. Namun untuk vas dari bahan kaca, kita perlu mensiasatinya agar tangkai bunga tidak terlihat, salah satunya dengan menambahkan lining dari daun – daun yang lebar dan rata, misalnya aspidistra.

  1. Pasang selotip pada bukaan atau bibir bunga

Karena jenis dan ukuran bunga bervariasi, untuk menjaga agar posisinya stabil kita bisa menempelkan isolasi atau selotip di bibir vas bunga. Selotip yang digunakan adalah double-tape bening yang tidak akan nampak mencolok dari luar.

  1. Siapkan bunga yang akan dirangkai

Bunga potong yang akan dipilih haruslah bunga yang segar dan tanpa daun. Jika masih ada daun yang tersisa di tangkai, sebaiknya dipotong terlebih dahulu karena daun ini nantinya akan layu, membusuk, dan berpotensi menjadi sumber timbulnya bakteri. Gunakan pisau yang tajam untuk memotong daun – daunnya. Pisau yang digunakan ini adalah pisau pemotong bunga yang khusus, dan bukan pisau dapur atau pisau biasa. Gunakan juga pisau ini untuk memotong tangkai bunga secara diagonal guna memudahkan air untuk terserap ke dalam pori – porinya. Akan lebih baik jika kita memotong tangkai bunga di bawah air yang mengalir untuk menjaga agar tidak ada udara yang masuk ke dalam tangkainya. Udara yang masuk ke dalam tangkai akan memblok atau menghambat penyerapan air.

  1. Atur bunga dengan komposisi yang pas

Bagi pemula, kebanyakan mereka merasa kesulitan untuk mengatur komposisi bunga yang tepat. Cara paling sederhana untuk menata komposisi bunga adalah dengan mengelompokkan bunga yang sejenis, dan bukan menyebarkannya secara acak. Gunakan tape untuk memisahkan tiap jenis bunga ke dalam bagian – bagian tertentu (sections), lalu tempatkan bunga di dalam bagian yang sudah ditentukan. Mulailah dari salah satu sisi vas hingga ke seluruhan mulut vas terisi penuh. Lalu, bunga yang dekat dengan garis tepi vas dipotong lebih pendek, sementara bunga yang ada di tengah harus sedikit lebih tinggi, hingga membentuk kubah dan tangkainya tidak terlihat.

  1. Tambahkan aksesoris bunga untuk memenuhi space tersisa

Jika di tengah rangkaian bunga masih terdapat space tersisa, tambahkan aksesoris. Aksesoris yang dipilih haruslah aksesoris yang bisa menyatukan seluruh bunga. Bisa juga Anda menambahkan lebih banyak daun agar bunga yang ada di tengah vas bisa terlihat penuh.

Selamat mencoba :)

..

architectaria.com | Arsitek, Desain Interior, General Contractor

(Jika anda menganggap artikel ini bermanfaat, jika anda menikmati membaca artikel-artikel di web ini, anda dapat berlanggangan untuk membaca artikel ini melalui email. Silahkan klik DISINI jika anda ingin berlangganan membaca artikel dari architectaria.com melalui email).

Tips Merangkai Bunga Sederhana untuk Hiasan Meja is a post from: PT. Architectaria Media Cipta

    



Tipe – Tipe Konstruksi Dinding untuk Rumah atau Bangunan Gedung

dinding_bata_1

Berbagai macam konstruksi dinding yang biasa digunakan untuk rumah baik yang dibuat secara manual maupun pabrikan.

 

Pada sebuah bangunan rumah, dinding memiliki peran yang signifikan. Konstruksi dinding yang baik sangat menentukan tingkat kekokohan dan ketahanan suatu bangunan. Konstruksi dinding interior berbeda dengan konstruksi dinding eksterior. Dinding eksterior tersusuk atas material yang lebih kuat yang bisa menahan bangunan rumah dari hujan, panas, angin, dan perubahan cuaca. Sementara itu, dinding interior lebih banyak difungsikan sebagai partisi, dan oleh karena itu, tingkat ketahanannya lebih rendah dari dinding eksterior.

Meski begitu, dinding interior tetap didesain cukup kuat, terutama untuk menahan gesekan dan tubrukan dari aktifitas sehari – hari, dari cakaran hewan peliharaan, dsb.  Untuk memahami lebih detail masing – masing fungsi dinding, berikut ini ditampilkan berbagai macam konstruksi dinding untuk rumah, baik yang dibuat manual maupun yang pabrikan.

Konstruksi dinding eksterior

Dinding eksterior berguna dalam menentukan bentuk sebuah bangunan dari luar. Dinding eksterior ini bisa dibuat dari structural insulating sheathing panels, Oriented Strand Board atau kayu lapis yang dihubungkan ke papan atau tiang – tiang eksterior, lalu dibungkus dengan house-wrap material atau asphalt-treated building paper. Dinding eksterior biasanya memiliki bukaan atau “cavity” opening, meliputi penggunaan material isolasi guna memproteksi bangunan rumah dari penetrasi cuaca. Segera setelah seluruh bagian rumah tertutupi, permukaan ini lantas ditambahkan material – material yang misalnya batu bata, kayu, atau stucco sebagai tekstur sekaligus meningkatkan ketahanan dinding.

Load-Bearing Walls

Dinding load-bearing memiliki fungsi yang cukup signifikan, yakni untuk menahan dan menyangga beban struktural dari sebuah rumah. Konstruksi dinding macam ini biasanya memiliki top plates ganda yang dipasang secara horizontal di ujung vertikal kayu yang menjadi frame atau kerangka bangunan rumah. Hampir semua dinding eksterior tergolong jenis dinding load-bearing, namun hanya beberapa dinding interior yang tergolong ke dalam jenis ini.

Non-Load-Bearing Walls

Dinding Non-load-bearing kebanyakan dijumpai sebagai dinding interior suatu rumah. Sebuah konstruksi dinding disebut non-load-bearing apabila konstruksi dinding tersebut tidak menopang atau menahan beban rumah dan kebanyakan hanya berfungsi sebagai partisi saja. Sebagai contoh, sebuah dinding yang memisahkan dua kamar yang saling berdampingan biasanya tergolong dinding non-load-bearing. Konstruksi dinding ini biasanya tidak sejajar dengan support beams yang ada di atasnya seperti halnya dinding load-bearing. Dinding non-load-bearing biasanya berdiri tegak lurus untuk menghubungkan lantai dengan langit – langit.

Systems-Built Walls

Systems-built walls adalah konstruksi dinding yang dibuat secara off-site di pabrikan. Dinding ini dikirim ke pengguna dengan menggunakan truk, baru kemudian diinstal di area yang akan dibangun. Dinding yang dibuat dengan Systems-Built ini tersedia dalam beragam pilihan desain dan material yang dibuat secara custom-made. Karena dinding ini harus melewati proses pengiriman sebelum sampai di tangan customer dan diinstal, tak heran, sebelum dikirim dinding ini harus melewati proses inspeksi yang cukup panjang dan detail, lebih dari dinding biasa yang dibangun secara manual. Hasilnya, kadang dinding yang dibuat dengan Systems-Built ini akan lebih kokoh, kuat, dan tahan lama ketimbang dinding biasa yang dibuat secara manual.

Dinding vinyl vs dinding drywall

Dinding vinyl maupun dinding drywall merupakan jenis dinding yang dibuat melalui proses pabrikan. Dinding vinyl banyak diaplikasikan mengingat bahan ini tergolong mudah dan tak memakan waktu yang lama dalam proses instalasi. Konstruksi dindingnya pun relatif sederhana sehingga memudahkan kita dalam menyelesaikan proses instalasi dalam waktu singkat. Dalam proses transportasi dan pengiriman, bahan vinyl ini juga tak mudah retak, begitu pula selama proses persiapan dan instalasi.

Drywall juga merupakan salah satu jenis dinding yang dibuat di pabrik. Dalam proses pemasangan drywall di suatu rumah atau bangunan, kontraktor harus melapisi sendi atau joints nya. Lalu tekstur pada permukaan dinding ditambahkan untuk menutupi bagian – bagian yang cacat selama proses instalasi.

dinding_bata_2

Desain Interior Ruangan dengan Material Dinding Bata (Brick Wall)

Keuntungan dan kerugian dari drywall maupun vinyl

Baik dinding yang terbuat dari drywall maupun vinyl, masing – masing memiliki keuntungan sendiri – sendiri. Dinding drywall relatif lebih mudah dicat ketimbang dinding vinyl, namun dinding vinyl lebih mudah dibersihkan mengingat permukaannya tidak menyerap cairan semudah dinding drywall. Sementara itu, drywall biasanya lebih fleksibel digunakan, tersedia dalam berbagai macam desain, dan lebih bisa menyesuaikan dengan konsep desain arsitektur bangunan ketimbang vinyl. Beberapa contoh diantaranya yaitu  pintu kubah, sudut ruangan, dan built-in entertainment centers. Drywall juga memiliki nilai isolasi yang lebih tinggi ketimbang dinding vinyl yang memiliki ukuran yang cenderung lebih tipis.

Namun, di balik keuntungan menggunakan dua material di atas, terselip kerugian dalam mengaplikasikan dinding vinyl maupun drywall, yakni kedua jenis dinding ini memiliki level volatile organic compounds (VOCs) yang tidak baik bagi lingkungan.

Selamat mencoba :)

..

architectaria.com | Arsitek, Desain Interior, General Contractor

(Jika anda menganggap artikel ini bermanfaat, jika anda menikmati membaca artikel-artikel di web ini, anda dapat berlanggangan untuk membaca artikel ini melalui email. Silahkan klik DISINI jika anda ingin berlangganan membaca artikel dari architectaria.com melalui email).

Tipe – Tipe Konstruksi Dinding untuk Rumah atau Bangunan Gedung is a post from: PT. Architectaria Media Cipta

    


Penataan Ruang Konferensi yang Optimal

ruang_konferensi_1

Referensi desain interior ruang konferensi, serta tips menata ruang konferensi untuk penyelenggaraan seminar, pertemuan dan business meeting.

 

Ruang konferensi adalah ruangan vital untuk mengadakan pertemuan – pertemuan penting, misalnya seminar, diskusi, atau pertemun bisnis. Area ini biasanya memiliki nuansa formal karena aktifitas yang diselenggarakan juga kebanyakan aktifitas “serius”, meliputi presentasi bisnis dan diskusi ilmiah. Untuk menunjang aktifitas formal tersebut, diperlukan ruang konferensi yang nyaman, formal, namun tanpa terkesan kaku.

Agar dapat mewujudkan interior ruang konferensi, penataan furniture dan appliances yang tepat menjadi hal utama yang harus dipertimbangkan. Jangan sampai keberadaannya justru menghambat kelancaran kegiatan di sini. Berikut ini beberapa referensi penataan ruang konferensi, termasuk pemilihan layout ruang konferensi yang benar.

Layout tempat duduk di ruang konferensi

  • Presenter Style atau U-Shape

Jika kebanyakan agenda meeting menghadirkan presenter atau pembicara, sebaiknya meja di ruang konferensi diatur menyerupai bentuk U atau U-shape, di mana presenter akan berada di bagian terbuka dari meja tersebut. Cara ini membuat semua peserta pertemuan yang hadir di ruang konferensi akan terpusat pandangannya pada presenter atau pembicara tersebut. Bagian ujung dari U-shape adalah bagian yang paling dekat dengan pintu, sehingga lalu – lalang orang yang menghadiri pertemuan tidak akan mengganggu konsentrasi pembicara.

  • Ruang konferensi model classroom

Ruang konferensi yang ditata sedemikian rupa layaknya ruang kelas cocok digunakan untuk kegiatan yang melibatkan banyak orang, seperti penyelenggaraan ujian, seminar, diskusi publik, pertemuan yang membutuhkan banyak peralatan bantuan seperti laptop dan layar proyektor, dan pertemuan yang lebih menekankan komunikasi satu arah ketimbang diskusi masing – masing peserta. Pada layout ruang konferensi ini, akan ada satu baris meja dengan beberapa kursi di depan, yang membelakangi dinding dan menghadap ke audience, kemudian dihadapannya akan diletakkan beberapa baris meja dan kursi tempat duduk audience. Jangan lupa untuk memilih kursi yang empuk dan nyaman untuk digunakan duduk dalam waktu yang lama. Dekorasi ruang konferensi seperti ini akan lebih memfokuskan perhatian audience ke pada presenter atau pembicara dan sesuai untuk kegiatan dalam durasi yang lama.

Warna interior ruang konferensi yang sesuai

Untuk warna dasar, cat ruangan dengan warna yang kondusif atau sesuai untuk suasana formal, misalnya warna beige atau warna abu – abu. Anda bisa menambahkan warna merah marun, biru tua, biru muda, ungu tua, atau warna hijau muda sebagai aksennya. Hindari penggunaan warna putih karena terlalu monoton dan kaku.

Pencahayaan ruang konferensi

Instal lighting untuk ruang konferensi yang memiliki intensitas cahaya yang merata dengan efek bayangan yang minimal. Anda bisa menambahkan dimmer pada lighting nya untuk mengatur seberapa besar intensitas cahaya yang Anda butuhkan.

Hadirkan teknologi yang diperlukan untuk melengkapi ruang konferensi

Beberapa teknologi dan peralatan diperlukan untuk membantu kelancaran kegiatan di ruang konferensi, misalnya proyektor, layar elektrik atau plasma, videoconferencing systems, audio dan sound systems. Atur posisi masing – masing teknologi dengan memperhatikan layout dan penataan tempat duduk di ruang konferensi. Pastikan Anda memasang otlet yang lokasinya dekat dengan alat elektronik tersebut agar Anda tak perlu menambahkan kabel tambahan untuk menghubungkannya.

Pasang window blocking yang rapat

Ruang konferensi yang akan menggunakan peralatan dan efek visual harus mengurangi intensitas cahaya luar yang masuk melalui jendela. Maka, dibutuhkan window blocking, seperti gorden yang tebal, screen, drop-down blackout panels atau vertical blinds guna menghalau masuknya cahaya dari luar.

Gunakan bahan yang mampu meredam suara

Karena kegiatan di dalam ruang konferensi nantinya akan banyak menggunakan pengeras suara seperti microphone dan sound system, ada baiknya Anda menambahkan alat peredam suara dan menggunakan bahan – bahan yang mampu meredam suara, sehingga suara di dalam ruangan tidak akan terdengar sampai keluar. Anda bisa memasang karpet tebal dan soundproofing ceiling tiles guna membatasi gema atau gaung.

ruang_konferensi_2

Desain Interior dan Dekorasi Ruang Konferensi

Tambahkan dekorasi jika dimungkinkan

Penambahan dekorasi ruang konferensi dimungkinkan jika masih ada space yang tersisa. Dekorasi yang biasa digunakan adalah tanaman, baik itu tanaman imitasi maupun tanaman asli yang ditanam dalam pot. Tanaman dalam pot ini nantinya akan diletakkan di sudut ruang konferensi, di dekat area pembicara. Keberadaan tanaman dalam ruang konferensi dimaksudkan agar pandangan kita tidak jenuh dalam memandang layar proyektor atau plasma screen. Warna hijau dari daun tanaman akan memberikan efek segar pada mata.

Pada meja konferensi, bisa juga Anda menambahkan bunga segar atau bunga imitasi, yang diletakkan di tengah meja tersebut. Jika Anda ingin menghadirkan bunga segar, sebaiknya letakkan bunga tersebut beberapa saat sebelum kegiatan di ruang konferensi dimulai, guna menjaga kesegaran bunga.

Selamat mencoba :)

..

architectaria.com | Arsitek, Desain Interior, General Contractor

(Jika anda menganggap artikel ini bermanfaat, jika anda menikmati membaca artikel-artikel di web ini, anda dapat berlanggangan untuk membaca artikel ini melalui email. Silahkan klik DISINI jika anda ingin berlangganan membaca artikel dari architectaria.com melalui email).

Penataan Ruang Konferensi yang Optimal is a post from: PT. Architectaria Media Cipta

    



Serba – Serbi Lampu Natal: Tipe Lampu Natal dan Cara Pemasangannya

lampu_natal_1

Berbagai macam lampu Natal, penggunaannya, serta tips memasang lampu Natal yang tepat untuk menunjang dekorasi natal dirumah Anda.

Natal tahun ini akan segera tiba. Bagi mereka yang merayakan Natal, momen sakral ini tentu tak dilewatkan guna mempercantik rumah dengan dekorasi Natal. Salah satu hiasan Natal yang wajib dihadirkan selain pohon Natal adalah lampu Natal.

Lampu Natal hadir dengan berbagai macam variasi dan masing – masing jenis lampu natal memiliki fungsi dan cara pemasangan yang berbeda. Beberapa tipe lampu Natal cocok untuk dipasang di pohon Natal, sementara tipe lampu yang lain lebih pas jika ditempatkan di luar ruangan. Tak perlu bingung, di bawah ini akan dirangkum berbagai macam lampu Natal, penggunaan serta tips memasang lampu Natal yang benar.

Mini lights atau string lights

Mini lights atau string lights merupakan pencahayaan Natal dengan ukuran lampu yang kecil – kecil dan tersambung satu sama lain. Jenis lampu yang digunakan adalah lampu incandescent atau lampu pijar. Ukuran lampu yang lebih kecil biasanya akan memancarkan panas dan membutuhkan energi yang lebih sedikit ketimbang lampu biasa. Lampu jenis ini bisa digunakan untuk lampu Natal interior maupun eksterior. Jika Anda berencana untuk menggunakannya untuk eksterior, pilih jenis icicle lights, yang jarak kawat lampunya lebih pendek.

C7 dan C9

Lampu Natal C7 dan C9 memiliki ukuran yang lebih besar dari lampu pijar. Lampu ini tergolong lampu Natal tradisional. Tiap bohlam lampunya hampir sama dengan bohlam lampu dan masing – masing terhubung pada cord atau kawat lampu. Lampu ini memiliki nyala yang lebih terang dan menghasilkan energi panas yang lebih besar, sehingga tidak cocok untuk digunakan di dalam ruangan. Lampu ini lebih pas digunakan sebagai lampu Natal eksterior karena nyala lampu yang lebih terang dan mudah terlihat dari jarak jauh.

LED

Lampu Natal LED merupakan lampu Natal alternatif baru seiring dengan maraknya penggunaan lampu LED guna menggantikan lampu pijar. Seperti yang kita tahu, lampu LED memerlukan energi listrik yang jauh lebih kecil namun menghasilkan tingkat penerangan yang maksimal. Lampu LED untuk Natal hadir dengan berbagai macam bentuk, misalnya bentuk Strawberry, atau bentuk unik yang lain. Lampu LED ini bisa bertahan 5 kali lebih lama namun juga dibanderol dengan harga yang lebih tinggi, yakni 2 kali lipat atau lebih dari lampu pijar biasa.

Globe Lights

Globe lights merupakan lampu Natal yang biasa dipasang di pohon Natal. Ada beragam ukuran lampu ini dan kebanyakan berbentuk lingkaran seperti bola. Lampu ini bisa memancarkan beraneka warna, tapi ada juga yang hanya satu macam warna.  are

Bubble Lights

Buble lights merupakan lampu Natal jenis retro yang booming di pertengahan abad ke 20 dan kini kembali diminati. Lampu ini diletakkan di cabang atau dahan pohon Natal, dan jika tabung berisi cairan di atas lampu menjadi hangat, akan ada gelembung – gelembung yang naik turun dalam tabung tersebut. Prinsip kerjanya sama dengan lava lamp. Buble lights menjadi populer karena adanya pergerakan di dalamnya, yang banyak menarik perhatian kaum muda.

lampu_natal_2

Dekorasi Rumah dengan Penambahan Aksesoris Lampu Natal

Tips pemasangan lampu Natal:

  1. Pertimbangkan di mana lampu Natal akan dipasang

Jenis dan cara pemasangan lampu Natal perlu memperhatikan lokasi di mana lampu akan dipasang, apakah di indoor atau di outdoor, di pohon Natal, di balkon, di sepanjang garis atap, di pagar, atau di sepanjang jalan setapak.

  1. Cek kondisi lampu Natal

Sebelum lampu Natal dipasang, periksa apakah ada kerusakan pada bohlam nya atau kawatnya, terutama lampu yang lama tak digunakan. Lampu dengan kawat yang rusak akan beresiko menimbulkan percikan api yang bisa memicu hubungan arus pendek. Jika ada salah satu unting pada kawat lampu yang rusak, sebaiknya jangan diperbaiki, namun diganti saja dengan yang baru.

  1. Pastikan posisinya stabil

Untuk memasang lampu Natal jenis string light, cukup tempelkan di area yang ingin dipasang, misalnya di dinding, di sepanjang roof line, di balkon, atau di jalan setapak. Gunakan paku, paku payung, atau staples agar posisi kawat lebih stabil ketika ditempelkan di dinding. Namun, penggunaan paku atau payung bisa sedikit merusak permukaan dinding. Alternatifnya, gunakan isolasi atau plester.

  1. Kawat atau kabel tambahan mungkin diperlukan

Jika area yang dipasang lampu Natal ini cukup jauh dari sumber listrik, mungkin Anda memerlukan kawat atau kabel tambahan guna menghubungkan kawat lampu dengan dengan sumber listrik. Pastikan Anda sudah tepat dalam menyambungkan kabel tambahan ini dengan kabel atau kawat lampu yang asli. Kencangkan kawat atau kabel tambahan ini dengan isolasi atau plester, dengan posisi yang merapat ke dinding bagian atas (agak tersembunyi dari pandangan).

  1. Nyalakan lampu

Jika sudah selesai dalam pemasangan, Anda bisa menyalakan lampunya dan lihat dari jauh, apakah nyala lampunya sudah sesuai dengan yang Anda harapkan. Sebaiknya tidak memasang terlalu banyak lampu Natal hingga bisa membebani tagihan listrik Anda. Juga, pilih lampu Natal dengan warna yang bervariasi.

Selamat mencoba :)

..

architectaria.com | Arsitek, Desain Interior, General Contractor

(Jika anda menganggap artikel ini bermanfaat, jika anda menikmati membaca artikel-artikel di web ini, anda dapat berlanggangan untuk membaca artikel ini melalui email. Silahkan klik DISINI jika anda ingin berlangganan membaca artikel dari architectaria.com melalui email).

Serba – Serbi Lampu Natal: Tipe Lampu Natal dan Cara Pemasangannya is a post from: PT. Architectaria Media Cipta

    


House in Tourimachi, Rumah Asimetris yang Menggabungkan Dua Generasi

asymmetric_house_2

Desain arsitektur rumah dengan bentuk asimetris untuk dua keluarga di Jepang karya studio arsitektur SNARK dan OUVI.

Kita tentu sudah sering melihat desain arsitektur rumah yang minimalis dengan garis – garis tegas dan rapi. Kali ini, kita akan mereview desain sebuah rumah yang memiliki bentuk desain asimetris. Rumah ini baru saja dibangun oleh studio arsitektur asal Jepang SNARK dan OUVI.

Studio arsitektur ini menambahkan area selebar enam meter dengan atap miring yang disisipkan di antara dua bangunan. Foto – foto hasil jepretan fotografer Shinzawa Ippei ini akan membawa kita lebih mengenal bagian dalam rumah ini.

Sekilas tentang House in Tourimachi, Sebuah Rumah Asimetris di Jepang

Arsitek    : SNARK (Sunao Koase, Naoki Mashiyama), OUVI (Shin Yokoo)

Teknisi struktur: Shin Yokoo/OUVI

Kontraktor umum: Miyasitakougyou

Secara umum, rumah ini terletak di kota Takasaki, sebuah kota di Prefektur Gunma, Jepang. Rumah ini dijuluki House in Tourimachi dan memiliki tiga lantai yang dirancang oleh SNARK dan OUVI sebagai tempat tinggal bagi dua generasi yang berasal dari satu  keluarga.

asymmetric_house_1

Desain Arsitektur dan Interior Rumah Asimetris – View 2

asymmetric_house_12

Desain Arsitektur dan Interior Rumah Asimetris – View 3

Karakter bangunan asimetris memiliki beberapa keterbatasan yang membuat sang arsitek harus bekerja keras dan berfikir kreatif untuk bisa menangani proyek ini. Penambahan struktur dengan dimensi panjang enam meter panjang dan lebar 13 meter serta bangunan bertingkat tiga di kedua sisi mendorong para arsitek untuk mengintegrasikan void atau ruang hampa di langit-langit, mengatur kembali bagian belakang dan sebuah skylight yang lebar untuk memaksimalkan intensitas cahaya matahari yang masuk ke dalam rumah.

Rumah ganda yang terang dengan akses cahaya matahari yang cukup

Pada proyek rumah asimetris ini, sang klien menginginkan sebuah rumah ganda yang terang dengan akses cahaya matahari yang cukup. Oleh karena itu, klien tersebut ingin merancang sebuah rumah ganda yang diintegrasikan menjadi satu di mana rumah yang satunya akan digunakan untuk tempat tinggal orang tua klien. Rumah ini juga perlu dipasang ventilasi yang baik agar sirkulasi udara dan intensitas cahaya bisa maksimal.

Sebelum menangani proyek ini, sang arsitek menyelesaikan sebuah proyek yang nyaris serupa, yakni sebuah tempat tinggal yang didominasi warna perunggu dan pembangunan perumahan yang berbentuk zig-zag.

Desain arsitektur bangunan rumah asimetris: atap ‘membungkus‘ seluruh bagian rumah

Konsep utama dari desain arsitektur bangunan rumah asimetris ini adalah atap membungkus seluruh rumah, merepresentasikan integrasi kehidupan dua generasi yang berbeda yang tinggal di satu bangunan. Tak hanya itu, atap tersebut juga harus mampu memberikan naungan di saat yang sama.

asymmetric_house_19

Desain Arsitektur dan Interior Rumah Asimetris – View 4

asymmetric_house_20

Desain Arsitektur dan Interior Rumah Asimetris – View 5

Di area ini, pintu masuk sengaja diletakkan di dinding samping supaya terlindung di bawah atap yang overhanging. Pintu ini akan mengarahkan pengunjung untuk masuk ke dalam rumah melalui ruang kecil.

asymmetric_house_15

Desain Arsitektur dan Interior Rumah Asimetris – View 6

asymmetric_house_14

Desain Arsitektur dan Interior Rumah Asimetris – View 7

asymmetric_house_16

Desain Arsitektur dan Interior Rumah Asimetris – View 8

asymmetric_house_17

Desain Arsitektur dan Interior Rumah Asimetris – View 9

Untuk lantai dasar, area ini sengaja didesain agar seluruhnya dihuni oleh penghuni rumah yang tertua, yakni orang tua sang klien, guna memudahkan mobilisasi dan akses mereka ketika ingin berpindah dari satu area ke area yang lain. Sementara itu, dua tingkat di atasnya adalah hunian yang ditinggali klien beserta keluarganya.

Tangga dari material grey powder-coated steel di letakkan di tengah bangunan

Untuk menghubungkan lantai dasar dengan lantai di atasnya, dibangun sebuah tangga tepat di tengah ketiga lantai, jadi semua ruang harus diatur di sekeliling tangga ini. Tangga ini dibuat dari material baja grey powder-coated steel dengan pijakan tangga yang terbuat dari bahan kayu dengan  open risers.

asymmetric_house_3

Desain Arsitektur dan Interior Rumah Asimetris – View 10

asymmetric_house_4

Desain Arsitektur dan Interior Rumah Asimetris – View 11

Atap asimetris landai ke bawah hingga ke bertemu di satu titik, yakni di lantai tengah. Karena bentuknya yang asimetris, maka lantai di tingkat paling atas luasnya hanya setengah dari ukuran dua lantai di bawahnya.

asymmetric_house_5

Desain Arsitektur dan Interior Rumah Asimetris – View 12

asymmetric_house_6

Desain Arsitektur dan Interior Rumah Asimetris – View 13

Jika biasanya pada rumah – rumah modern minimalis kita melihat lantai atas di buat berbentuk kotak atau persegi, di interior rumah asimetris ini, lantai atas dibuat menjorok pada sudut untuk menciptakan sebuah balkon yang terproteksi di salah satu sudut. Seperangkat struktur balok yang menjadi penyangga langit-langit pun mengikuti alur sudut yang sama.

asymmetric_house_17

Desain Arsitektur dan Interior Rumah Asimetris – View 14

Ruangan dengan ketinggian ganda dan struktur landai yang irrelevan di satu bangunan

Pengaturan yang tak biasa ini juga menciptakan ruangan dengan ketinggian ganda di lantai tengah, di mana terdapat beberapa ruangan fungsional seperti ruang tamu terbuka, dapur dan ruang makan.

asymmetric_house_7

Desain Arsitektur dan Interior Rumah Asimetris – View 15

asymmetric_house_8

Desain Arsitektur dan Interior Rumah Asimetris – View 16

Secara keseluruhan, rumah ini memiliki struktur melandai yang irrelevan dan berlawanan dengan struktur rumah pada umumnya. Namun, sang arsitek berujar bahwa cara ini justru mampu membantu menghubungkan kamar dalam area ini tanpa membangun sebuah pilar di dalamnya.

asymmetric_house_10

Desain Arsitektur dan Interior Rumah Asimetris – View 17

asymmetric_house_11

Desain Arsitektur dan Interior Rumah Asimetris – View 18

Selain itu, tidak ada dinding yang dibangun secara lateral untuk balok-balok penyangga. Struktur penyangga tersebut dihadirkan guna menciptakan area pemisah sekaligus menghadirkan ruang terbuka.

Kamar tidur diposisikan di bagian paling depan di kedua lantai atas, sementara kamar tidur untuk lantai dasar terletak agak terselip di bagian belakang.

Penggunaan lantai kayu dan furnitur kayu terlihat berkomplemen

Seluruh area di bangunan asimetris ini menggunakan bahan kayu untuk lantainya, yang dilengkapi dengan rak dan furnitur kayu yang terlihat sangat berkomplemen satu sama lain.

asymmetric_house_18

Desain Arsitektur dan Interior Rumah Asimetris – View 19

Dapur yang berada di lantai tengah memiliki cupboards yang juga terbuat dari kayu. Back splash disusun atas beberapa keramik, sementara worktop dilapisi bahan stainless steel. Satu tingkat di bawahnya terdapat lemari putih dan berfungsi sebagai sekat ruang.

(image source by: www.dezeen.com)

..

architectaria.com | Arsitek, Desain Interior, General Contractor

(Jika anda menganggap artikel ini bermanfaat, jika anda menikmati membaca artikel-artikel di web ini, anda dapat berlanggangan untuk membaca artikel ini melalui email. Silahkan klik DISINI jika anda ingin berlangganan membaca artikel dari architectaria.com melalui email).

House in Tourimachi, Rumah Asimetris yang Menggabungkan Dua Generasi is a post from: PT. Architectaria Media Cipta

    



More Recent Articles



Click here to safely unsubscribe from "PT. Architectaria Media Cipta." Click here to view mailing archives, here to change your preferences, or here to subscribePrivacy