Your email updates, powered by FeedBlitz

 
Here are the FeedBlitz email updates for you. Click here to start your FREE subscription



Tipe dan Jenis Desain Entrance untuk Area Komersial dan Rumah Tinggal and more...

Tipe dan Jenis Desain Entrance untuk Area Komersial dan Rumah Tinggal

entrance_1

Berbagai Jenis desain pintu untuk entrance pada bangunan komersial, pertokoan, kantor, dan rumah rumah tinggal.

 

Entrance atau pintu masuk merupakan area yang diakses pertama kali jika kita memasuki suatu bangunan, baik itu bangunan komersial, kantor, bank, pertokoan, hotel, maupun rumah biasa. Namun, entrance ternyata tidak hanya berfungsi sekedar sebagai area keluar masuk. Lebih dari itu, entrance turut menentukan tampilan suatu bangunan, terutama jika dilihat dari fasadnya. Pemilihan pintu untuk entrance juga mesti dipertimbangkan dengan benar, meliputi aspek kenyamanan, keamanan, dan estetika.

Untuk bangunan – bangunan komersial, keberadaan entrance ini menjadi lebih signifikan. Maka, memilih jenis pintu yang sesuai untuk entrance perlu dilakukan dengan bijak, sehingga keberadaanya tak hanya nampak indah dan ideal, tapi juga aman dan memudahkan setiap orang yang lalu lalang.

Pintu otomatis

Pintu otomatis paling sering ditemui pada entrance swalayan atau waralaba di mana banyak konsumen keluar masuk dalam sekali tempo. Mereka tak hanya membawa diri mereka, tapi juga membawa anak – anak, kereta dorong berisi belanjaan, bahkan kereta bayi. Dengan pintu otomatis ini, pembeli tidak akan merasa kesulitan tatkala keluar masuk swalayan, karena di dekat pintu otomatis ini, ada sebuah sensor yang akan mendeteksi jika ada orang yang berada di dekatnya. Pintu ini otomatis akan membuka tatkala sensor mendeteksi keberadaan orang, baik mereka yang akan masuk maupun keluar pintu. Saat tak ada lagi orang yang lalu lalang, pintu akan otomatis tertutup.

Pintu otomatis untuk entrance ini terbuat dari kaca yang cukup tebal, sehingga tak mudah pecah. Selain itu, karena pintu entrance ini membuka dan menutup secara otomatis, maka pintu akan tak mudah kotor karena tidak tersentuh tangan.

Pintu Putar (Revolving Doors)

Pintu putar biasanya digunakan pada entrance hotel, mall, bar, toko, atau bangunan – bangunan publik lain yang memiliki intensitas trafik yang moderat. Pintu putar didesain agar berputar berlawanan jarum jam, di mana pengunjung masuk lewat sisi kanan melewati dua sisi pintu yang berputar secara konstan dan digerakkan dengan mesin atau diputar secara manual.

Pintu ini didesain dengan mekanisme agar bisa terbuka di salah satu sisi, dan tertutup di sisi yang lain. Keuntungan pintu putar untuk entrance adalah kita bisa menghemat energi yang digunakan untuk pendingin karena suhu dinginnya tidak akan menyebar keluar ruangan dengan bebas. Diperkirakan, sekitar 25 % energi untuk pendingin ruangan bisa kita hemat jika kita menggunakan pintu putar pada entrance bangunan.

Pintu standar

Pintu standar adalah pintu biasa seperti halnya pintu yang umum kita temui pada bangunan rumah. Di pintu ini, terdapat fitur standar seperti engsel dan handle untuk membuka dan menutup pintu. Pintu standar relatif aman, mudah dalam perawatan, dan sederhana dalam pemasangan. Pintu ini pun terbuat dari material yang bervariasi, mulai dari kaca, kayu, hingga bahan logam.

Untuk bangunan rumah biasa, pintu kayu adalah jenis pintu untuk entrance yang paling sering ditemui. Sementara pintu kaca, pertokoan dan kantor lah yang paling kerap menggunakannya. Untuk pintu berbahan logam, biasanya ditempatkan pada bangunan yang membutuhkan keamanan dan privasi lebih, misal pada pintu gudang dan tempat menyimpan logistik.

Rolling Doors

Rolling door biasa ditemui pada entrance sebuah bangunan komersial, gudang, pertokoan, pabrik, atau garasi pada rumah. Rolling door merupakan pintu yang sangat kompak dan fleksibel, terutama jika digunakan pada area dengan akses keluar masuk yang lebar. Rolling door juga cocok digunakan pada pertokoan atau warung kecil untuk melindungi barang dagangan yang ada di dalamnya ketika tak ada yang menjaga. Selain itu, untuk rumah, rolling door biasa difungsikan sebagai entrance untuk garasi mobil.

Rolling door terbuat dari bahan logam yang bergelombang dan engsel untuk memudahkan proses buka tutup. Kebanyakan, rolling door didesain untuk bisa menutup ke atas dan ke bawah, meski beberapa ada juga rolling door yang dibuka dengan cara digeser dari kiri ke kanan.

Pintu geser (sliding door)

Pintu geser sering dikaitkan dengan desain arsitektur bergaya oriental karena memang pintu ini lebih sering digunakan untuk entrance pada rumah, toko, restoran, atau bar yang mengadaptasi gaya oriental ala China, Jepang, atau Korea. Bahan plastik, kayu, hingga bambu biasa digunakan untuk jenis pintu ini.

entrance_2

Pintu Pivot Pada Entrance Rumah Box Kontemporer

Tips: Pastikan agar pintu entrance terlihat match baik dari luar maupun dari dalam

Dalam memasang pintu untuk entrance, pastikan jenis pintu yang Anda pilih sesuai dengan tujuannya, apakah untuk komersial maupun untuk bisnis, dengan mempertimbangkan jumlah trafik orang yang lalu lalang melewati pintu tersebut. Pastikan keberadaan pintu entrance ini terlihat harmonis, baik dari dalam, maupun dari fasad di bagian luarnya.

Selamat mencoba :)

..

architectaria.com | Arsitek, Desain Interior, General Contractor

(Jika anda menganggap artikel ini bermanfaat, jika anda menikmati membaca artikel-artikel di web ini, anda dapat berlanggangan untuk membaca artikel ini melalui email. Silahkan klik DISINI jika anda ingin berlangganan membaca artikel dari architectaria.com melalui email).

Tipe dan Jenis Desain Entrance untuk Area Komersial dan Rumah Tinggal is a post from: PT. Architectaria Media Cipta

    



Outdoor & Lanscape Lighting: Ceriakan Suasana Malam dengan Pencahayaan Lanskap

landscape_lighting_1

Mengenali beberapa tipe pencahayaan untuk lanskap serta beberapa sudut di halaman rumah yang bisa digunakan untuk menempatkan pencahayaan lanskap.

 

Menikmati suasana alam di halaman rumah mesti dibarengi dengan pemilihan pencahayaan taman (lanscape lighting) yang memadai guna menceriakan nuansa malam. Menggunakan tipe pencahayaan yang tepat juga bisa memperbaiki tampilan halaman rumah Anda sehingga nampak lebih menarik jika dilihat dari luar. Sebelum Anda merencanakan untuk mendesain atau memperbaiki pencahayaan taman atau lanskap di halaman rumah Anda, baiknya kenali beberapa tipe pencahayaan untuk lanskap di bawah ini.

Spotlights dan Floodlights

Untuk pencahayaan lanskap outdoor, dua tipe lampu ini begitu umum digunakan, yakni spotlights and floodlights. Keduanya memiliki karakter yang berbeda dan cukup signifikan. Spotlights fokus pada penerangan untuk salah satu sudut atau area, tidak menyeluruh. Sementara  floodlights cenderung memiliki cahaya yang terpantul dan tersebar ke segala arah, sehingga menerangi area yang cakupannya jauh lebih luas.

Accent Lights

Accent lighting atau lampu aksen lebih cenderung dibuat dengan tujuan dekoratif dan bukan semata – mata untuk penerangan. Lampu aksen dengan berbagai macam jenis bisa menciptakan kombinasi efek pencahayaan yang mendukung tampilan lanskap dan outdoor rumah Anda. Lampu aksen memiliki berbagai macam jenis, di antaranya down-lighting, yang mengarahkan cahaya dari atas ke bawah.

Ada juga back-lighting yang diletakkan di belakang sebuah objek dan mampu menciptakan siluet objek tersebut. Di samping itu, kita mengenal jenis moonlighting, yakni tipe pencahayaan lanskap yang berfungsi mensimulai atau menyamai efek cahaya bulan. Untuk menciptakan pencahayaan lanskap moonlighting, beberapa lampu mesti diletakkan di pohon – pohon atau di area yang tinggi.

Low-Voltage Lights

Low-voltage lights atau pencahayaan bervoltase rendah biasanya memiliki ukuran daya dari 25 sampai 75 watts. Pencahayaan ini cocok digunakan sebagai penerangan untuk koridor, pinggiran patio, dan anak tangga pada dek. Lampu ini cenderung digunakan untuk tujuan dekoratif ketimbang untuk tujuan fungsional seperti penerangan.

Lilin – lilin dalam gelas kaca untuk pencahayaan temporer

Kita tentu paham jika lampu atau pencahayaan lanskap yang diletakkan di luar rumah biasanya akan mengundang keberadaan serangga malam yang bisa mengotori halaman. Selain itu, serangga itu bisa saja masuk ke dalam rumah melalui ventilasi yang lokasinya tak jauh dari letak lampu. Untuk menghindari hal ini, direkomendasikan untuk memilih pencahayaan temporer dari lilin – lilin yang ditempatkan di gelas kaca.

Cara ini juga terbilang mudah dan murah untuk menciptakan pencahayaan lanskap yang romantis dan bisa mengubah suasana malam menjadi lebih santai dan hangat. Namun karena berada di luar ruangan, ada kemungkinan nyala api dari lilin – lilin ini akan cepat membesar, mengenai dedaunan, ranting, rumput, atau benda – benda yang berada di sekelilingnya. Untuk itu, selalu awasi nyala api lilinya dan jaga jangan sampai mengenai hal – hal tersebut.

Ambient Lights

Ambient lighting menciptakan suasana outdoor yang kalem dan hangat karena nyala lampunya yang tidak seterang nyala lampu floodlights atau spotlights. Lampu ini juga bisa digunakan untuk mengatur mood atau suasana. Contoh ambient lighting  adalah stringing fairy lights yang biasa diletakkan di pohon – pohon dan melingkari pohon tersebut. Pencahayaan ini juga kerap digunakan pada arbor atau pergola. Untuk tipe ambient lighting yang memberikan intensitas penerangan yang lebih, disarankan menggunakan globe lights, misalnya untuk aktifitas makan di luar ruangan.

Aplikasikan teknik bayang – bayang dan kontras

Pencahayaan lanskap akan lebih terlihat dramatis jika Anda membiarkan beberapa titik terlihat temaram, dengan adanya bayang – bayang atau siluet. Sementara itu, di sudut yang lain, Anda bisa menciptakan pencahayaan yang terang untuk memberikan efek kontras. Cara ini justru lebih efektif dalam menyajikan nuansa damai, teduh, nan misterius pada lanskap ketimbang kita mengaplikasikan cahaya lampu yang terang dan intensitasnya sama di setiap sudut.

landscape_lighting_2

Desain Taman Dengan Outdoor & Landscape Lighting

Tips – tips bagaimana memposisikan pencahayaan lanskap

Pemilihan pencahayaan lanskap yang baik harus diikuti dengan penempatan lampu lanskap yang tepat, sehingga nuansa yang ingin diciptakan di outdoor lebih terasa. Berikut ini beberapa sudut di halaman rumah yang bisa digunakan untuk menempatkan pencahayaan lanskap.

  1. Tempatkan di sekitar kolam

Menempatkan lanscape lighting di kolam atau di semak belukar dengan cara melingkar akan mempertegas eksistensi area ini tanpa menimbulkan efek pencahayaan yang berlebihan.

  1. Jalan setapak dan jalan sisi (sidewalks)

Untuk jalan setapak dan sidewalk, disarankan menggunakan low-voltage lighting, tulip lights, lilin dalam gelas kaca, atau bahkan lentera. Ada juga jenis path lighting yang didesain khusus menerangi jalan setapak untuk mempermudah kita kala menapaki jalan ini.

  1. Floodlights untuk benda – benda berukuran tinggi dan besar

Untuk lebih mempertegas eksistensi benda yang tinggi dan panjang seperti patung, tiang bendera, atau pohon yang besar, maka gunakan floodlights dari sudut – sudut yang berbeda, sehingga benda – benda ini terkesan lebih nyata dan tampak hidup.

  1.  Wall wash lights untuk dinding, pagar, dan objek yang bertekstur

Pada elemen – elemen lanskap seperti dinding, pagar, cerobong asap, tiang penyangga bangunan, dan benda – benda lain dengan permukaan yang bertekstur kuat, sebaiknya gunakan wall wash lights dan menghadap ke atas pada sudut 90 derajat agar tercipta efek yang dramatis pada objek.

Selamat mencoba :)

..

architectaria.com | Arsitek, Desain Interior, General Contractor

(Jika anda menganggap artikel ini bermanfaat, jika anda menikmati membaca artikel-artikel di web ini, anda dapat berlanggangan untuk membaca artikel ini melalui email. Silahkan klik DISINI jika anda ingin berlangganan membaca artikel dari architectaria.com melalui email).

Outdoor & Lanscape Lighting: Ceriakan Suasana Malam dengan Pencahayaan Lanskap is a post from: PT. Architectaria Media Cipta

    


Courtyard House Plugin: Proyek dari People’s Architecture Office Untuk Meremajakan Perumahan Tua di Beijing

courtyard_house_plugin_1

Proyek percontohan dari People’s Architecture untuk regenerasi rumah-rumah di area bersejarah Dashilar hutong dengan memanfaatkan panel fabrikasi.

 

People’s Architecture Office telah mengembangkan sistem panel untuk membangun ruangan sementara di tengah – tengah struktur bangunan yang sudah tua di kota Hutong. People’s Architecture Office yang merupakan studio arsitektur asal Beijing menciptakan sistem modular Courtyard House Plugin sebagai solusi ruangan yang ringan dan non permanen, sehingga bangunan-bangunan tua yang berada di lingkungan bersejarah di Beijing bisa diminati penghuni baru.

Sebelumnya, tak ada yang bersedia menempati struktur bangunan yang sudah tua tersebut dan nampak lapuk dengan adanya puing – puing di sana – sini. Padahal, lokasinya sangat bersejarah, sehingga tidak boleh dilakukan pembongkaran atau renovasi besar – besaran di area tersebut guna mempertahankan sisi historisnya. Kebanyakan orang tak lagi nyaman untuk tinggal di kompleks ini karena suasana yang dingin, dan ada tidak ada keberadaan kamar mandi.

Para developer juga enggan untuk berinvestasi untuk membangun di lokasi ini, yang biasanya dibuat di sekitar halaman, karena beberapa bagian-bagian kecil di kompleks ini masih ditempati oleh penduduk setempat.

courtyard_house_plugin_3

Desain Courtyard House – View 2

courtyard_house_plugin_5

Desain Courtyard House – View 3

Bangunan dari panel prefabrikasi yang dapat dibongkar dan dipindah

Untuk itulah, People’s Architecture Office mengembangkan panel prefabrikasi yang mencakup struktur, isolasi, interior dan eksterior permukaan. Semua dibuat dari satu cetakan. Panel – panel prefabrikasi ini dapat dipotong dan diatur agar bisa menyesuaikan fitur yang sudah ada pada struktur rumah di hutong ini. Panel – panel ini juga dapat dengan mudah dibongkar dan dipindah ketika tidak lagi diperlukan.

courtyard_house_plugin_6

Desain Courtyard House – View 4

courtyard_house_plugin_7

Desain Courtyard House – View 5

courtyard_house_plugin_2

Desain Courtyard House – View 6

Bagian terbesar dari proyek ini adalah mempertahankan struktur bangunan yang sudah ada, mengingat lokasinya yang kental nuansa sejarah. Hal ini cukup rumit, karena berarti sang arsitek dan timnya memiliki keterbatasan dalam mewujudkan ide – idenya di sini. Maka, arsitek tersebut merancang sistem yang bisa dibongkar, diubah, dan dipindah dengan mudah, tanpa mengganggu struktur yang sudah ada.

Kunci allen (allen key) untuk mengaitkan bagian – bagian yang berdekatan agar saling mengunci

Untuk merakit struktur sederhana ini, kunci allen (allen key) digunakan untuk memasang kait logam yang tertanam ke tepi panel sehingga mereka bagian – bagian yang berdekatan bisa mengait dan mengunci satu sama lain. Tak hanya panel – panelnya, unsur-unsur lain pada struktur baru ini, misalnya pintu dan jendela, juga dapat diinstal dengan cara yang sama.

courtyard_house_plugin_8

Desain Courtyard House – View 7

”Tidak ada sekrup maupun paku yang digunakan pada struktur ini“

Prinsipnya, tidak ada sekrup maupun paku yang digunakan pada struktur ini. Bangunan ini bisa berdiri dengan menerapkan strategi mengunci bersama-sama dengan kait yang menarik potongan-potongan bersama-sama. Hal ini cukup mudah dilakukan, termasuk oleh siapa saja.

courtyard_house_plugin_10

Desain Courtyard House – View 8

Tiap panel, diproduksi off-site di sebuah pabrik di Guangzhou, dirancang agar cukup kecil dan mudah untuk diangkut ke dalam lingkungan yang penuh dengan gang-gang sempit. Selain itu, panel ini juga dibuat cukup ringan untuk dibawa oleh satu atau dua orang.

Sang arsitek sangat mempertimbangkan ukuran, karena jika panel cukup besar, tentunya hal ini akan merepotkan mereka ketika membawanya menyusuri setiap lorong untuk bisa dipasang di lahan yang sudah disiapkan ini.

Sebagai percontohan, sebuah area di sekitar halaman di distrik Beijing Dashilar hutong disulap untuk menjadi area pembangunan stuktur panel ini. Bangunan tersebut awalnya dihuni 12 keluarga, tetapi sekarang hanya menyisakan 2 orang. Untuk merealisasikan proyek ini, sang arsitek harus mendapatkan dukungan dan persetujuan dari penduduk setempat.

courtyard_house_plugin_9

Desain Courtyard House – View 9

courtyard_house_plugin_13

Desain Courtyard House – View 10

Di salah satu sisi, sebuah bangunan yang panjang dikonversi menjadi ruang kantor sementara, sedangkan sebuah apartemen kecil dimasukkan ke dalam struktur di sisi lainnya. Untuk ruangan – ruangan yang lain, dibutuhkan dua hari untuk menyusunnya dari panel – panel ini.

Solusi ini dibuat untuk memastikan bahwa penduduk yang tinggal di sini tidak begitu terganggu oleh proses konstruksi yang sangat panjang. Ini adalah cara yang sangat sederhana untuk memasukkan sebuah bangunan modern di tengah – tengah area yang tua dan bersejarah.

courtyard_house_plugin_17

Desain Courtyard House – View 11

courtyard_house_plugin_18

Desain Courtyard House – View 12

Dek kayu untuk menyamakan permukaan antara bangunan lama dengan yang baru

Bagian depan kantor tepat berada di balik façade bangunan tua, sementara apartemen terletak menyeberangi garis atap hingga ke halaman. People’s Architecture Office juga menggunakan dek kayu untuk menyamakan permukaan antara dua bangunan.

courtyard_house_plugin_11

Desain Courtyard House – View 13

Di dalam kedua bangunaan, veneer kayu digunakan hingga mencakup lantai dan langit-langitnya. Di sini juga terdapat beberapa jendela untuk memberikan ventilasi dan memungkinkan pemandangan dari luar.

courtyard_house_plugin_12

Desain Courtyard House – View 14

courtyard_house_plugin_14

Desain Courtyard House – View 15

Di struktur bangunan yang baru ini, tersedia ruang untuk tempat tidur ganda, meja kecil dan tempat duduk. Ruangan di sebelahnya berlantaikan ubin dan difungsikan sebagai kamar mandi, sebuah fitur yang tidak biasa ditemukan di courtyard houses.

Courtyard House Plugin: Proyek percontohan untuk regenerasi distrik Dashilar hutong

Courtyard House Plugin ini salah satu dari serangkaian proyek percontohan yang diluncurkan untuk membantu regenerasi distrik Dashilar hutong, yang merupakan salah satu dari banyak lingkungan Beijing yang terdiri dari lorong-lorong sempit dan courtyard homes.

Sebelumnya, banyak distrik serupa yang telah dihancurkan untuk pengembangan bangunan baru bertingkat tinggi. Proyek percontohan ini bertujuan untuk mencari solusi untuk regenerasi bidang di area bersejarah Dashilar hutong yang lokasinya hanya selatan dari Tiananmen Square.

(image source by: www.dezeen.com)

..

architectaria.com | Arsitek, Desain Interior, General Contractor

(Jika anda menganggap artikel ini bermanfaat, jika anda menikmati membaca artikel-artikel di web ini, anda dapat berlanggangan untuk membaca artikel ini melalui email. Silahkan klik DISINI jika anda ingin berlangganan membaca artikel dari architectaria.com melalui email).

Courtyard House Plugin: Proyek dari People’s Architecture Office Untuk Meremajakan Perumahan Tua di Beijing is a post from: PT. Architectaria Media Cipta

    



Menghadirkan dan Maksimalkan Potensi Pencahayaan Alami dari Sinar Matahari

pencahayaan_alami_3

Strategi jitu dalam mengoptimalkan pencahayaan alami dari sinar matahari dengan mempertimbangkan sisi – sisi arsitektural.

Menghadirkan pencahayaan alami dari sinar matahari untuk masuk ke dalam rumah merupakan cara jitu untuk mengurangi penggunaan energi di rumah, terutama penggunaan energi listrik untuk pencahayaan artifisial. Cahaya matahari bisa menjadi pencahayaan alami yang menggantikan lampu dan pencahayaan buatan untuk menyinari bagian dalam rumah, terutama di siang hari. Tentu kita tahu, belakangan ini banyak orang menyalakan lampu di siang hari, mengingat posisi ruangan yang agak ke belakang dan minim bukaan.

Selain itu, posisi rumah biasanya ‘terjepit‘ di antara rumah – rumah yang lain, hal ini lumrah ditemui di kota – kota besar seperti Jakarta, di mana posisi satu rumah dengan rumah yang lain berdempetan. Dengan beberapa strategi jitu untuk mengoptimalkan pencahayaan alami dari sinar matahari, niscaya Anda tak perlu lagi menyalakan lampu di siang hari dan tagihan listrik Anda akan semakin berkurang.

  1. Ketahui arah bangunan Anda

Cari tahu kemana rumah Anda menghadap. Lalu, dengan menggunakan kompas, tentukan arah yang tepat untuk menempatkan jendela. Estimasikan intensitas cahaya matahari yang masuk ke dalam ruangan melalui jendela tersebut. Jika Anda sulit memperkirakannya, Anda bisa membuat sketsa terlebih dahulu di atas kertas, dan gambar lokasi jendela Anda, arah matahari, dan kemungkinan jatuhnya sinar matahari.

  1. Sebaiknya, hadapkan bangunan ke arah utara – selatan

Kebanyakan orang mengira bahwa rumah menghadap ke arah timur adalah yang terbaik, karena rumah tersebut akan mendapat paparan sinar matahari yang melimpah di pagi hari. Sinar matahari pagi memang baik untuk kesehatan, namun jika sudah menginjak pukul 9.00 ke atas, sinar matahari tak lagi sepenuhnya baik untuk kesehatan tubuh. Malahan, sinar matahari tersebut akan mengandung UV dan bisa mengakibatkan kanker kulit.

Solusinya, desain rumah Anda agar menghadap ke arah utara atau selatan, sehingga sinar matahari tidak akan langsung mengenai rumah. Intensitas sinar matahari juga akan lebih stabil sepanjang hari jika kita menghadapkan rumah ke arah utara – selatan. Untuk rumah yang terlanjur menghadap timur, barat, atau arah lain, gunakan cara untuk menghalau sinar matahari yang berlebihan, misal dengan memasang tirai.

  1. Kenali berbagai jenis bukaan (openings)

Bukaan yang bisa kita manfaatkan untuk memungkinkan hadirnya pencahayaan natural ke dalam ruangan ialah jendela, skylight, glass door, glass wall, dan ventilasi. Kenali kelebihan dan kekurangan masing – masing tipe bukaan, dan pilih mana yang sesuai untuk ruangan di rumah Anda. Untuk ruang keluarga misalnya, Anda bisa menambahkan skylights.

Sedangkan untuk kamar tidur, glass wall atau jendela saja sudah cukup untuk menghadirkan pencahayaan natural dari sinar matahari. Sementara untuk kamar mandi dan dapur, manfaatkan ventilasi udara dan skylight untuk memungkinkan sinar matahari masuk ke dalamnya.

pencahayaan_alami_3

Desain Interior Ruang Makan Dengan Cahaya Melimpah dari Skylight

  1. Gunakan tirai yang tipis untuk mengurangi intensitas matahari yang berlebihan

Terlalu banyak cahaya matahari yang masuk ke dalam ruangan juga tak baik,  karena bisa menyebabkan silau dan suasana ruangan yang panas. Maka, coba halau sinar matahari yang berlebih dengan tirai tipis. Pasang dua jenis tirai sekaligus pada jendela atau glass wall, yakni gorden yang tebal dan tirai yang tipis. Gorden yang tebal bisa digunakan jika Anda ingin memblok sinar matahari dengan rapat, misal ketika Anda ingin tidur siang. Namun, gorden yang tebal memiliki sedikit kelemahan, yakni memungkinkan kotoran, debu, dan sarang laba – laba terperangkap di dalamnya. Gorden yang tebal juga relatif lebih sulit dibersihkan.

  1. Cat ruangan dengan warna yang muda

Cat ruangan dengan warna yang cerah nan muda, misal putih, kuning mudah, hijau muda, atau biru muda. Warna – warna yang light akan memantulkan cahaya alami secara maksimal. Sementara warna – warna gelap justru akan menyerap cahaya natural, sehingga ruangan akan nampak redup meskipun di siang hari. Ruangan dengan warna muda juga akan meningkatkan kesan ruangan yang lebih luas secara visual, sementara ruangan yang dicat dengan warna gelap akan memberi kesan sempit dari segi visual.

  1. Untuk ruangan yang mungil, minimalkan keberadaan benda

Keberadaan benda – benda yang terlalu banyak dengan posisi yang tak teratur juga bisa memblok cahaya natural dari sinar matahari dan membuat ruangan menjadi sedikit redup. Jika ingin mengoptimalkan pencahayaan alam dan membuat ruangan menjadi lebih cerah, atur posisi benda dengan rapi dan bila perlu singkirkan benda – benda yang sudah tak lagi dibutuhkan. Hal ini demi mengurangi kekacauan (clutters) dalam ruangan dan memungkinkan cahaya matahari untuk bisa menyinari setiap sudut ruangan lebih optimal.

  1. Hadirkan cermin dan barang – barang dengan permukaan glossy atau shiny

Cara lain untuk mengoptimalkan cahaya alami adalah dengan menghadirkan cermin dan barang – barang dengan permukaan glossy atau shiny, misalnya barang – barang dari kristal, alumunium, kaca, atau logam lain. Keberadaan benda yang mengkilap akan memaksimalkan pemantulan sinar matahari, sehingga memberikan pencahayaan alami ke seluruh ruangan.

Selamat mencoba :)

..

architectaria.com | Arsitek, Desain Interior, General Contractor

(Jika anda menganggap artikel ini bermanfaat, jika anda menikmati membaca artikel-artikel di web ini, anda dapat berlanggangan untuk membaca artikel ini melalui email. Silahkan klik DISINI jika anda ingin berlangganan membaca artikel dari architectaria.com melalui email).

Menghadirkan dan Maksimalkan Potensi Pencahayaan Alami dari Sinar Matahari is a post from: PT. Architectaria Media Cipta

    


Koridor Panjang, Gelap dan Sepi? Ceriakan dengan 7 Cara Berikut Ini!

koridor_rumah_1

Berbagai cara yang dapat dilakukan untuk merubah suasana koridor yang gelap dan sepi menjadi lebih cerah dan berwarna.

Koridor atau lorong merupakan bagian tak terpisahkan dari rumah kita karena lorong menghubungkan antara satu ruangan dengan ruangan lain. Tapi, tak jarang kita temukan sebuah lorong panjang yang nampak gelap karena minim dekorasi dan pencahayaan, sehingga memunculkan kesan suram nan misterius. Sebenarnya ada beberapa langkah untuk mengubah lorong yang gelap dan sepi menjadi lebih cerah dan berwarna. Dengan memberikan beberapa sentuhan kreatif berikut ini, lorong yang gelap dan sunyi akan menjadi area transisi yang nyaman pada rumah.

  • Hadirkan warna – warna gelap

Untuk lorong atau koridor yang panjang nan sempit, jangan sekali – kali menggunakan warna gelap atau warna yang terlampau terang. Malahan, sebaiknya pilih warna – warna pastel dan warna muda untuk menciptakan ilusi sehingga lorong nampak lebih luas dari yang sebenarnya. Pilih tema monokromatik. Untuk langit – langitnya, aplikasikan warna yang jauh lebih soft atau lebih light dari warna dindingnya. Hal ini akan menarik pandangan mata untuk lebih mengarah ke atas, dan bukan terfokus pada panjangnya lorong.

  • Tempatkan meja kecil atau lemari yang tak terlalu tinggi

Jika memungkinkan, di sepanjang lorong atau koridor, taruhlah meja kecil seperti meja kopi. Meja ini bisa digunakan untuk meletakkan benda – benda koleksi misalnya action figure, souvenir, hiasan, atau boneka – boneka kecil. Selain meja, Anda bisa menempatkan lemari kecil atau unit laci yang tak terlalu tinggi. Gunakan lemari untuk menyimpan benda – benda yang ingin digunakan sewaktu – waktu, misalnya kacamata, payung, kunci, topi, dll. Sebaiknya, pilih desain lemari atau laci yang ringkas, minimalis, dan tak terlalu lebar sehingga tak menghalangi jalan di sepanjang lorong.

  • Menempatkan seating area di sepanjang koridor

Jika koridor atau lorong di rumah Anda cukup lebar, tempatkan sebuah kursi panjang dari bahan logam atau kayu, dan jadikan area ini sebuah seating area yang santai dan nyaman untuk mengobrol. Namun, pastikan agar keberadaan kursi ini merapat ke dinding dan tak menghalangi lalu lintas orang yang berjalan di sepanjang lorong atau koridor tersebut. Lalu, tambahkan meja sisi di samping kursi panjang tersebut. Gunakan meja sisi ini untuk meletakkan majalah, buku bacaan ringan, dan sebuah lampu meja untuk penerangan di malam hari. Jika tak ingin menghadirkan lampu meja, Anda bisa memilih wall sconces yang diinstal di atas kursi. Seating area di lorong ini juga bisa menjadi semacam area membaca yang nyaman dan santai.

  • Tambahkan beberapa karya seni pada dinding

Untuk membuat koridor nampak lebih hidup dan berwarna, Anda bisa menempatkan karya seni seperti lukisan, wall art, atau gambar poster yang bisa Anda dapatkan dengan mudah. Bisa juga Anda menempatkan foto – foto Anda dan foto keluarga dalam pose yang lebih santai dan kasual. Pajang foto – foto tersebut dengan pigura berbagai bentuk dan frame. Niscaya, kumpulan foto – foto tersebut akan menjadi semacam karya yang unik pada koridor yang mampu menarik pandangan kita tatkala melewati koridor tersebut.

  • Tempatkan aquarium atau water feature lain

Aquarium yang diletakkan pada koridor akan membawa nuansa water feature yang segar, dengan keberadaan ikan – ikan hias yang berenang kesana kemari. Namun, jika di rumah Anda terdapat anak kecil yang tengah aktif bergerak, tidak disarankan untuk menempatkan aquarium di lorong atau koridor, mengingat area ini termasuk area dengan tingkat mobilitas yang tinggi. Jika si anak senang berlarian di koridor ini, dimungkinkan ia akan menyenggol aquarium ini dan jika tersenggol dan pecah, pecahannya bisa membahayakan si anak.

Di samping aquarium, water feature lain yang bisa dimanfaatkan misalnya air terjun buatan. Tempatkan air terjun buatan ini pada salah satu dinding pada koridor, dan tempatkan batuan kecil di dasarnya guna menciptakan bunyi gemericik. Selain air terjun mini, Anda bisa menempatkan kolam ikan sebagai alternatif. Kolam ikan ini relatif lebih aman untuk ditempatkan di sepanjang koridor ketimbang aquarium karena posisinya lebih stabil dan tak terbuat dari kaca. Sehingga, kolam ikan ini cukup aman bagi anak – anak.

  • Hadirkan nuansa hijau dengan menempatkan tanaman

Tanaman dalam pot bisa menyajikan nuansa yang sejuk nan hijau. Manfaatkan keberadaan tanaman asli untuk menghiasi sepanjang koridor, namun jangan lupakan faktor pencahayaannya. Penting untuk menghadirkan bukaan yang memungkinkan sinar matahari masuk ke dalam lorong dan memungkinkan tanaman untuk terus hidup. Namun bila tak memungkinkan untuk menempatkan tanaman hidup karena perawatan yang cukup rumit, Anda bisa memilih tanaman artifisial sebagai opsi kedua. Tempatkan tanaman artifisial dalam pot, lalu isi pot dengan batuan warna – warni.

koridor_rumah_4

Desain Interior Ruangan dengan Lorong dan Skylight

  • Tambahkan bukaan (openings) pada lorong

Bila memungkinkan, tambah bukaan di koridor seperti glass wall, jendela, atau skylight di sepanjang koridor. Keberadaan bukaan ini akan memaksimalkan cahaya matahari untuk masuk ke dalam koridor dan memberikan pencahayaan alami ke dalam rumah.

Selamat mencoba :)

..

architectaria.com | Arsitek, Desain Interior, General Contractor

(Jika anda menganggap artikel ini bermanfaat, jika anda menikmati membaca artikel-artikel di web ini, anda dapat berlanggangan untuk membaca artikel ini melalui email. Silahkan klik DISINI jika anda ingin berlangganan membaca artikel dari architectaria.com melalui email).

Koridor Panjang, Gelap dan Sepi? Ceriakan dengan 7 Cara Berikut Ini! is a post from: PT. Architectaria Media Cipta

    



More Recent Articles



Click here to safely unsubscribe from "PT. Architectaria Media Cipta." Click here to view mailing archives, here to change your preferences, or here to subscribePrivacy