Your email updates, powered by FeedBlitz

 
Here are the FeedBlitz email updates for you. Click here to start your FREE subscription



Memanfaatkan Serambi atau Foyer, Sudut Di Balik Pintu yang Nyaris Terlupakan and more...

Memanfaatkan Serambi atau Foyer, Sudut Di Balik Pintu yang Nyaris Terlupakan

foyer_1

Desain serambi atau foyer yang minimalis, modern, fungsional namun tetap eye-catching dengan bantuan pencahayaan, meja, dan sentuhan dekoratif lain.

 

Serambi atau foyer adalah area indoor yang lokasinya tepat di dekat pintu masuk. Area ini biasanya menjadi area untuk menyambut tamu sebelum mereka diantar ke ruang tamu. Foyer atau serambi memang hanya berupa sudut kecil dan kerap menjadi area persinggahan biasa, sehingga tak banyak yang menaruh perhatian pada sudut ini. Padahal, semestinya kita memberikan sedikit perhatian, atau penekanan di bagian ini, mengingat area ini merupakan area yang pertama kali dilalui ketika tamu masuk ke dalam rumah.

Split-foyer

Split-foyer adalah serambi kecil yang tepat berada dekat dengan pintu depan, di mana area ini adalah area persinggahan sementara yang menghubungkan tangga ke atas dan tangga ke bawah. Model serambi split-foyer atau split-entry ini biasa ditemui di rumah atau bangunan vertikal, misalnya asrama, apartemen, atau townhouse. Cukup sulit dalam mendesain dan menata serambi model ini, karena ukurannya yang sangat kecil, tidak ada titik fokal, dan kerap dibiarkan kosong begitu saja.

Berniat memberi perhatian lebih pada serambi? Intip tips memanfaatkan serambi atau foyer di rumah berikut ini.

1. Rapikan serambi terlebih dahulu

Sebelum masuk ke tahap lebih lanjut, pertama rapikan serambi terlebih dahulu. Hilangkan atau pindahkan benda – benda yang mengakibatkan tampilan serambi menjadi kusut. Kita kerap menaruh beberapa benda di sini area ini, misalnya rak sepatu, meja kecil, tempat majalah, tempat payung, dll. Coba Anda ambil semua benda tersebut sebelum Anda menata ulang serambi.

2. Cat dinding serambi dengan warna yang muted

Warna – warna yang muted atau monokrom bisa Anda pilih untuk warna dinding serambi. Anda bisa juga memilih warna yang berkomplemen dengan ruangan lain yang lokasinya paling berdekatan dengan serambi ini, sehingga tercipta transisi warna yang tak terlalu mencolok antara satu ruangan dengan ruangan yang lain. Pastikan area ini tetap kalem dan jangan terlalu menonjol. Mengingat serambi merupakan area penentu yang mengatur tone ruangan – ruangan lainnya, maka usahakan antara serambi dan ruangan – ruangan lain terdapat kesamaan tone demi menciptakan konsistensi dalam rumah.

3. Tempatkan furnitur vertikal untuk serambi

Anda bisa menempatkan furnitur untuk serambi yang bentuknya memanjang ke atas atau furnitur vertikal. Cara ini cukup tepat dalam mengisi kekosongan ruangan, terutama area dinding dari lantai hingga langit – langit. Cara ini juga baik untuk ditempatkan pada serambi dengan luas yang terbatas. Misalnya, Anda bisa memilih rak yang tinggi yang bisa Anda gunakan untuk tempat meletakkan tanaman dalam pot, boks wadah kunci, topi, atau sekedar vas bunga dan aksesoris lain. Di samping itu, Anda bisa menempatkan rak atau gantungan untuk menggantung jaket, jas hujan, topi, atau payung. Anda bisa menempatkan rak sepatu di area ini, namun pastikan agar keberadaan sepatu tertata rapi.

Selain rak, furnitur vertikal lain yang bisa Anda pilih adalah meja kecil dengan kaki yang panjang dan dimensi yang menyesuaikan ukuran serambi. Fungsikan meja ini untuk meletakkan kunci, majalah, frame foto, serta tambahkan vas bunga di tengahnya agar terlihat lebih indah.

4. Pajang lukisan, karya seni, atau cermin yang digantung di dinding

Agar serambi tak terlihat membosankan, mungkin Anda memerlukan sesuatu untuk membuat serambi terlihat menarik dan eye-catching, salah satunya yakni dengan menambahkan lukisan atau karya seni yang dipajang di dinding. Lukisan bergaya urban bertema pop art mungkin bisa Anda pilih.

Di samping memajang karya seni, bisa juga Anda menempatkan cermin dengan frame yang unik dan dihiasi ukiran. Meletakkan cermin di kanan atau kiri serambi memungkinkan kita untuk merapikan diri dan melihat tampilan diri kita secara penuh sebelum melangkahkan kaki kita keluar.

foyer_2

Desain Interior Ruang Serambi atau Foyer

5. Tambahkan pencahayaan

Serambi tak akan lagi menjadi sudut remang – remang yang tak menarik jika Anda menambahkan lampu atau pencahayaan di sini. Ada beragam pencahayaan pada serambi yang pas untuk melengkapi serambi di rumah Anda, misalnya wall sconces yang diletakkan di dinding. Namun jika Anda lebih ingin untuk menonjolkan kesan vertikal, tambahkan kandelar tipe low-hanging. Sementara bagi Anda yang lebih menyukai kesan akrab dan hangat di area serambi, pastikan Anda memilih lampu meja atau floor lamp.

6. Tambahkan karpet atau kesetan pada lantainya

Di rumah – rumah di Asia terutama di Indonesia, kita masih kerap menemukan rumah yang mengharuskan kita melepas alas kaki sebelum memasukinya. Maka, penting untuk menghadirkan kesetan tepat di area serambi yang langsung berdekatan dengan pintu masuk. Kesetan ini guna memastikan agar kaki kita atau kaki tamu tetap bersih sebelum menginjak rumah. Kini tersedia berbagai macam model, bahan, bentuk, dan warna kesetan yang bervariasi sehingga Anda bisa memilih model kesetan mana yang paling sesuai dengan konsep desain serambi Anda.

Anda bisa juga menambahkan karpet di area ini agar kita lebih nyaman dalam menginjakkan kaki di area ini. Akan lebih baik untuk memilih karpet pada serambi yang halus dan nyaman diinjak, serta memiliki warna dengan tone gelap, misal biru tua, hijau tua, atau cokelat gelap.

Selamat mencoba :)

..

architectaria.com | Arsitek, Desain Interior, General Contractor

(Jika anda menganggap artikel ini bermanfaat, jika anda menikmati membaca artikel-artikel di web ini, anda dapat berlanggangan untuk membaca artikel ini melalui email. Silahkan klik DISINI jika anda ingin berlangganan membaca artikel dari architectaria.com melalui email).

Memanfaatkan Serambi atau Foyer, Sudut Di Balik Pintu yang Nyaris Terlupakan is a post from: PT. Architectaria Media Cipta

    



Plus dan Minus Memakai Gypsum Sebagai Bagian dari Konstruksi Rumah

gypsum_board

Material gypsum, jenis – jenisnya, kelebihan dan kekurangannya, serta material alternatif pengganti gypsum.

 

Material gypsum menjadi salah satu material yang paling banyak dipilih untuk konstruksi bangunan saat ini. Gypsum board atau papan gipsum juga dikenal dengan beberapa istilah lain seperti drywall, plasterboard dan wallboard. Dengan lapisan yang cukup tebal, tahan api, kuat, serta proses pembuatan dan pemasangan yang mudah dan murah, tak ayal jika material ini sangat digandrungi. Ada beragam tipe gypsum yang tersedia di pasaran, serta plus & minus memakai gypsum, yang beberapa di antaranya akan disajikan berikut ini.

Papan gypsum reguler

Regular gypsum board merupakan papan yang dibuat dari bagian inti dalam gypsum dan dibungkus dengan kertas. Gypsum ini biasa digunakan sebagai material pelapis, misalnya untuk melapisi dan melindungi plafon dan dinding. Gypsum dengan mudah ditempelkan dengan material atau struktur yang sudah eksis sebelumnya, menggunakan lem perekat atau paku. Kertas yang melaminasi permukaan gypsum reguler ini masih bisa dimodifikasi dengan menerapkan treatment dekoratif pada permukaannya, misalnya dicat, dipelitur, atau diperhalus.

Papan gypsum yang tahan air (Water-Resistant Gypsum Board)

Papan gypsum yang tahan air biasa digunakan untuk penyokong ubin. Inti gypsum yang ada pada papan akan ditambahkan bahan kimia silikon. Gypsum jenis ini cocok ditempatkan di area dengan kelembaban tinggi, misalnya di area dapur atau kamar mandi. Material ini juga bisa digunakan sebagai material dasar panel dinding dan ubin pada shower enclosures dan bak mandi.

Papan gypsum yang tahan api (fire-rated gypsum boards)

Secara natural, gypsum merupakan material yang tahan api. Namun, khusus untuk jenis fire-rated gypsum boards, akan ada proteksi yang lebih besar dan ketahanan yang lebih tinggi terhadap api. Papan gypsum jenis ini biasanya diperkuat dengan material glass fiber sebagai intinya, sehingga membuat gypsum lebih tahan api dalam jangka waktu yang lama. Jenis gypsum tahan api ini cocok dipasang di sekitar perapian atau kompor, hingga dinding exterior maupun interior.

plafond_gypsum

Desain Plafond dan Partisi Dinding dari Gypsum

Papan gypsum peredam suara (Sound-Deadening Boards)

Papan gypsum peredam suara biasa digunakan di area indoor, untuk memisahkan antara satu area dengan area lain dalam satu tempat tinggal. Papan ini menawarkan kontrol transmisi suara yang sangat baik, sehingga bisa meredam suara yang berlebihan di salah satu ruangan. Gypsum peredam suara ini terbuat dari dua panel gypsum yang tahan jamur dan tahan kelembaban, yang disatukan dengan polymer. Material ini bisa dipasang di material lain jenis apapun, seperti besi, kayu, dan logam lain, dengan menggunakan lem perekat atau paku.  Meskipun baik untuk meredam suara, gypsum ini tidak cocok ditempatkan di area dengan kelembaban atau tingkat suhu panas yang ekstrim.

Melihat berbagai jenis gypsum serta kelebihan gypsum di atas, tentu kita akan menjadi semakin tertarik untuk memilih material ini sebagai salah satu bahan konstruksi bangunan rumah. Sayangnya, dibalik kemudahan dan harga murah material gypsum, terselip kekurangan yang cukup mencolok. Gypsum mengandung jejak karbon yang cukup substansial dan bisa merusak lingkungan. Material ini juga menghasilkan sulfur dioksida yang dilepaskan ke atmosfer, memperburuk kualitas udara, dan menciptakan hujan asam yang bersifat korosif dan mampu merusak permukaan bangunan. Jika Anda berencana membangun rumah yang go green atau ramah lingkungan, disarankan memilih material alternatif pengganti gypsum, seperti:

Gypsum sintetik

Gypsum sintetik seperti flue-gas-desulfurization (FGD) terlihat sangat mirip dan nyaris serupa dengan gypsum. Material ini juga memiliki tingkat proteksi dan isolasi yang hampir sama dengan gypsum. Namun, material ini memiliki kelebihan jika dibandingkan dengan gypsum biasa, yakni tidak adanya jejak karbon yang dihasilkan serta tidak ada sulfur dioksida yang dilepas ke atmosfer. Saat ini, material ini mulai banyak digunakan dibandingkan material gypsum.

Beton yang diperkuat dengan serat kaca (Glass-Fiber Reinforced Concrete)

Material ini cocok dipilih jika kita ingin mengganti material dekoratif tertentu pada bangunan yang sudah rusak atau terkikis lumut dan jamur. Beton ini cukup ringan dan tahan perubahan cuaca. Kekurangan dari material ini adalah ketidakmampuannya menahan beban yang besar.

Natural Lime Plaster atau Marmorino

Lime plaster merupakan material yang tediri atas campuran batu gamping, pasir, dan material pengikat seperti jerami. Sementara itu, Marmorino juga material yang diproduksi dengan cara yang sama. Namun di Marmorino ini, keberadaan pasir diganti dengan marmer. Kedua material cocok digunakan sebagai dinding eksterior maupun interior, baik di bangunan baru atau bangunan lama dan bersejarah. Material ini juga cukup aman dan tak menimbulkan alergi.

Pastikan dalam memasang material ini, kita terlebih dahulu memasang penyokong atau penyangga yang kuat seperti batu bata atau plasterboard karena material ini rentan untuk retak. Diperlukan beberapa hari atau beberapa minggu agar material ini benar – benar mengeras paska dipasang.

Selamat mencoba :)

..

architectaria.com | Arsitek, Desain Interior, General Contractor

(Jika anda menganggap artikel ini bermanfaat, jika anda menikmati membaca artikel-artikel di web ini, anda dapat berlanggangan untuk membaca artikel ini melalui email. Silahkan klik DISINI jika anda ingin berlangganan membaca artikel dari architectaria.com melalui email).

Plus dan Minus Memakai Gypsum Sebagai Bagian dari Konstruksi Rumah is a post from: PT. Architectaria Media Cipta

    


Serba – Serbi Rak Buku yang Tak Boleh Dilewatkan

rak_buku_2

Sejarah rak buku, material rak buku, konstruksi rak buku, serta berbagai macam fungsi dan model rak buku yang mesti Anda tahu.

 

Bagi orang yang gemar membaca buku dan memiliki banyak koleksi buku, dibutuhkan sebuah rak buku (bookcases) untuk menyimpan dan menjaga agar koleksi buku tetap utuh. Namun, rak buku ternyata tak hanya berfungsi sebagai tempat menyimpan dan memajang koleksi buku. Lebih dari itu, rak buku bisa menjadi salah satu elemen dalam ruangan yang fungsinya tak hanya untuk meletakkan buku, tapi juga benda lain, seperti barang antik, benda pajangan, aksesoris, action figure, atau mainan anak – anak.

Sejarah rak buku

Dahulunya, rak buku hanyalah berupa papan single yang melekat pada dinding. Namun semenjak semakin berkembangnya buku dan semakin banyak buku yang dicetak, maka dibuat sebuah kabinet dengan pintu. Namun untuk kemudahan akses dalam menjangkaunya, maka pintu tersebut dilepas dan jadilah bentuk rak buku yang kita kenal sekarang.

Konstruksi rak buku

Rak buku tersusun atas beberapa jenis bahan yang berbeda. Material untuk rak buku yang paling umum adalah kayu, misalnya kayu mahoni, kayu walnut, cherry, cedar, atau maple. Namun ada juga rak buku yang terbuat dari logam dan kaca, terutama rak buku dengan design yang modern. Untuk rak buku yang kuat dan mahal, biasanya digunakan bahan particleboard sebagai penyusunnya.

Selain itu, ada dua macam jenis konstruksi rak buku, yaitu rak buku yang dibuat built-in dengan dinding, atau rak buku yang freestanding. Rak buku built-in biasanya kita temukan di rumah – rumah yang sudah permanen, memungkinkan posisi rak lebih stabil. Sementara untuk rak buku jenis freestanding, model ini lebih kerap difungsikan untuk apartemen atau perpustakaan kecil, yang memungkinkan kita mengaksesnya dari kedua sisi.

rak_buku_1

Desain Furniture Rak Buku

Berbagai macam model rak buku

  • Wall to Wall

Desain rak buku wall to wall memungkinkan kita menata rak buku dengan cara melekatnya di sepanjang dinding ruangan, sehingga masing – masing rak buku akan berhadapan satu sama lain sesuai dimensi ruangan. Sebuah ruangan yang dipenuhi dan dikelilingi buku – buku akan membuat para pecinta buku lebih mudah dalam mengakses buku yang ingin ia baca.

  • Rak buku diagonal

Untuk sebagian orang, tampilan rak buku yang vertikal dan lurus akan terasa sangat monoton dan membosankan. Bahkan, kadang sebuah ruangan yang dipenuhi rak – rak buku berjajar secara vertikal akan terasa ‘angker’. Untuk mengubahnya, diperlukan desain rak buku yang modern, seperti rak buku diagonal misalnya. Rak buku diagonal ini mengaplikasikan kisi – kisi dan pola – pola geometris, sehingga setiap buku cenderung diposisikan agak miring, dan bukan berjajar tegak lurus seperti pada umuumnya. Kemudian, tambahkan framework di bagian atas serta di masing – masing sisi rak buku, baik kiri maupun kanan, lalu cat dengan warna – warna yang cukup terang. Sementara itu, bagian dalam rak buku cukup dicat dengan warna putih, sehingga menciptakan sebuah kontras yang semakin menonjolkan sisi modern rak buku.

  • Rak buku untuk anak

Rak buku untuk anak tentu berbeda dengan rak buku bagi orang dewasa. Hal yang paling mencolok yakni ketinggiannya. Disarankan untuk memilih rak buku built-in ketimbang freestanding, karena rak buku built-in tentu akan lebih stabil dan lebih aman karena resiko untuk roboh tentu lebih kecil. Untuk rak buku anak, baiknya jangan terlalu menyimpan banyak buku di sini, dan biarkan adanya ruang yang cukup longgar antara satu buku dengan buku yang lain, sehingga anak tak kesulitan dalam mengambil buku yang ia inginkan.

Anda bisa menempatkan berbagai buku di sini, mulai dari buku menggambar dan mewarnai, buku cerita, buku pelajaran, hingga majalah anak – anak. Bisa juga Anda menyelipkan mainan anak, boneka, atau action figure di atas maupun di tengah rak buku. Anda bisa juga menambahkan laci – laci di rak buku bagian bawah untuk menyimpan mainan anak yang lain.

  • Rak buku dari ujung lantai hingga menyentuh langit – langit

Rak buku ternyata bisa menjadi bagian dari dekorasi ruangan, salah satunya dengan membuat rak buku yang ukurannya dari bawah lantai hingga menyentuh langit – langit, sehingga hampir seluruh bagian dinding tertutupi. Lalu, tempatkan rak buku vertikal dan penuhi dengan buku – buku koleksi. Cara ini akan membuat ruangan di rumah Anda layaknya perpustakaan yang ada di film – film sejarah atau film – film fiksi, seperti Harry Potter.

  • Rak buku di bawah tangga

Ruangan di bawah tangga biasanya masih cukup luas. Anda bisa memanfaatkannya dengan menempatkan rak buku built-in yang dibangun menyatu dengan struktur tangga. Pastikan rak buku, pegangan tangga, dan anak tangga dicat dengan warna senada, sehingga orang akan dengan mudah mengetahui bahwa rak buku tersebut juga merupakan bagian dari tangga.

Pencahayaan di sekitar rak buku

Pencahayaan untuk rak buku ada beragam pilihan, salah satunya adalah Undermount Cabinet Lights dengan desainnya yang ramping, rapi, dan sedikit tersembunyi menjadikan rak buku akan terlihat berpendar dan lebih ekslusif. Jenis lain yang bisa Anda pilih adala Track Lights, yang cocok digunakan untuk rak buku built-in guna menyinari keseluruhan area rak, atau hanya salah satu sudut pada rak saja.

Selamat mencoba :)

..

architectaria.com | Arsitek, Desain Interior, General Contractor

(Jika anda menganggap artikel ini bermanfaat, jika anda menikmati membaca artikel-artikel di web ini, anda dapat berlanggangan untuk membaca artikel ini melalui email. Silahkan klik DISINI jika anda ingin berlangganan membaca artikel dari architectaria.com melalui email).

Serba – Serbi Rak Buku yang Tak Boleh Dilewatkan is a post from: PT. Architectaria Media Cipta

    



Oeuf : Desain Galeri plus Studio dengan Volume Oval di Tokyo

gallery_studio_house_6

Desain arsitektur rumah dan sekaligus area kerja (studio/galery) dengan struktur berbentuk oval di Tokyo karya Flat House.

Sebuah struktur oval membentuk area sentral di sebuah rumah yang berada di Tokyo. Tak hanya sebagai rumah, bangunan ini juga difungsikan sebagai area kerja. Di rumah ini juga terdapat kafe, galeri seni dan studio, sekaligus rumah tinggal dalam satu bangunan.

Studio arsitektur asal Jepang, Flat House, merupakan pihak yang ditunjuk untuk mewujudkan pembangunan rumah ini. Tugas utama dari sang arsitek adalah memastikan pembagian dan pemisahan yang pas untuk setiap fungsi ruangan, agar kegiatan domestik di rumah tetap bisa berjalan tanpa terganggu aktifitas kerja di ruang studio dan area kerja lain.

Rumah dan galeri seni dengan struktur berbentuk oval

Flat House merancang bangunan ini yang dinamai Oeuf, yang bisa kita saksikan tiap detail sudutnya melalui gambar – gambar hasil jepretan kamera fotografer Takumi Ota. Awalnya, Flat House merancang sebuah bangunan dengan struktur berbentuk telur, sebagai galeri seni yang bisa sekaligus dijadikan tempat tinggal dan kafe untuk pasangan muda yang menjadi klien mereka kali ini. Oeuf sendiri berlokasi tepatnya di dekat Nogawa Park di Musashino, Tokyo Barat.

gallery_studio_house_1

Desain Arsitektur dan Interior Rumah Oeuf – View 2

gallery_studio_house_2

Desain Arsitektur dan Interior Rumah Oeuf – View 3

Sebuah area seluas 80 meter persegi dibagi ke dalam beberapa ruang – ruang lain, seperti kafe, studio seni dan galeri yang memiliki ketinggian double di lantai dasar yang diperuntukkan untuk area publik. Sementara area privat, yang mencakup kamar tidur, kamar mandir, dan teras berlokasi di lantai atas.

gallery_studio_house_8

Desain Arsitektur dan Interior Rumah Oeuf – View 4

Hunian privat sekaligus terbuka yang bisa diakses oleh masyarakat luas

Sang arsitek berujar kliennya merasa bahwa mereka tidak hanya perlu sebuah hunian untuk dua orang, tetapi juga tempat yang terbuka dan bisa diakses oleh masyarakat luas. Mereka bermimpi memiliki sebuah bangunan seperti sebuah museum atau galeri seni kecil untuk memajang karya seni mereka yang bisa dikunjungi semua orang. Sang klien beranggapan, cukup penting untuk memberikan ruang di mana terdapat fleksibilitas sebanyak mungkin, di mana setiap area dapat dipisahkan dan difungsikan tergantung dari tujuan penggunaannya.

gallery_studio_house_10

Desain Arsitektur dan Interior Rumah Oeuf – View 5

Volume berbentuk oval terletak di pusat area berbentuk persegi. Di sini juga terdapat toilet dan dapur. Di samping itu, area ini menjadi semacam partisi informal antara tiga ruangan di lantai dasar. Volume berbentuk oval tersebut sedikit terdistorsi karena adanya kebutuhan area yang lebih luas untuk dapur dan toilet. Maka dari itu, bentuk volume ini sedikit bergeser dari pusat.

Kamar mandi semi-sirkuler di dengan wastafel kayu dan fitur logam

Kamar mandi semi-sirkuler di rumah ini sekelilingnya dilengkapi dengan wastafel berbahan kayu dan ditambah perlengkapan logam. Kamar mandi dicat dengan warna turquoise yang cukup ramai, dan terlihat sangat kontras dengan beton lantai dan dinding putih yang ada di bagian lain pada bangunan ini.

gallery_studio_house_12

Desain Arsitektur dan Interior Rumah Oeuf – View 6

Selain itu, satu set pintu kaca geser dari teras kayu difungsikan sebagai area masuk dan area tempat duduk outdoor untuk kafenya. Untuk mencapainya, bisa melalui jalan setapak dari bahan beton yang mana jalan tersebut juga mengarah ke sebuah pintu privat yang hanya bisa diakses oleh pemilih rumah dan lokasinya berada di fasad yang menghadap ke Barat.

gallery_studio_house_5

Desain Arsitektur dan Interior Rumah Oeuf – View 7

Desain interior kafe dan galeri dipenuhi dengan perabotan kayu dengan model yang sederhana. Hatch (palka) yang ada di sepanjang dapur berfungsi sebagai serving area, sementara studio ditempatkan di bawah tangga kayu. Rak-rak di dinding yang menghadap ke arah studio dapat digunakan untuk menyimpan buku-buku referensi dan perlengkapan seni.

gallery_studio_house_4

Desain Arsitektur dan Interior Rumah Oeuf – View 8

Oeuf : Sebuah volume oval yang terdistorsi

Dengan volume oval yang terdistorsi ini, galeri dan kafe dipisahkan secara fleksibel dan mampu membangun hubungan sekaligus mempertegas fungsi setiap ruang. Pada saat yang sama, studio ini juga diposisikan di ruang santai pribadi yang terpisah dari area publik.

gallery_studio_house_3

Desain Arsitektur dan Interior Rumah Oeuf – View 9

Tangga yang terbuat dari kayu dengan tone yang pucat ini mampu memberi akses ke lantai atas kamar tidur dan kamar mandi en suite, yang menempati ruang yang luasnya setengah ukuran lantai bawah.

gallery_studio_house_8

Desain Arsitektur dan Interior Rumah Oeuf – View 10

Sebuah pintu di dinding kamar mengarah ke balkon indoor semi-sirkuler di atas kamar mandi dan dapur, yang memungkinkan pemilih rumah memantau siapa saja pengunjung yang datang dan pergi.

gallery_studio_house_11

Desain Arsitektur dan Interior Rumah Oeuf – View 11

Atrium di lantai satu dapat dilihat dari balkon di lantai dua, sehingga setiap pengunjung yang datang dari luar akan segera terlihat dan disambut oleh pemilik rumah.

Satu set pintu yang ada di kamar mandi mengarah ke teras pribadi dengan fitur berupa atap terbuka. Sehingga secara keseluruhan, kita bisa mengetahui dan melihat bagaimana “Little Art Museum” yang ada di bangunan ini berada di lokasi yang cukup mudah diakses dari Taman Nogawa. Museum ini juga disebut – sebut bisa berkembang dari waktu ke waktu.

(image source by: www.dezeen.com)

..

architectaria.com | Arsitek, Desain Interior, General Contractor

(Jika anda menganggap artikel ini bermanfaat, jika anda menikmati membaca artikel-artikel di web ini, anda dapat berlanggangan untuk membaca artikel ini melalui email. Silahkan klik DISINI jika anda ingin berlangganan membaca artikel dari architectaria.com melalui email).

Oeuf : Desain Galeri plus Studio dengan Volume Oval di Tokyo is a post from: PT. Architectaria Media Cipta

    


Mendesain Toko Buku yang Nyaman untuk Dikunjungi

desain_interior_toko_buku_1

Cara jitu untuk membuat tampilan barang-barang atau display toko buku tidak membosankan dan monoton.

Meski keberadaan internet dan ebook telah merajalela, namun peran buku tetaplah tak tergantikan. Hingga kini, masyarakat tetap lebih suka membaca buku secara langsung dan membalik setiap lembar demi lembar halaman, ketimbang menatap layar komputer atau gadget selama berjam – jam demi membaca ebook. Maka dari itu, bagi Anda yang berencana membuka usaha toko buku, tak perlu ada keraguan akan sepi peminat, mengingat buku cetak tetap akan memiliki peminatnya sendiri.

Satu hal yang tak boleh dilewatkan tatkala mendirikan toko buku. Selain pada aspek penjualan, Anda juga perlu berfokus pada aspek desain dan dekorasi toko buku. Agar Anda memiliki gambaran mengenai bagaimana mendesain toko buku yang nyaman untuk dikunjungi, kami hadirkan referensi desain dan penataan layout toko buku yang menarik dan nyaman untuk dikunjungi.

  1. Pilih lokasi toko buku yang memungkinkan toko mudah terekspos dari luar

Pilih lokasi di mana toko buku Anda mudah terlihat dari luar. Ada baiknya Anda memilih toko buku yang dekat dengan pedestrian dan tidak berada di dekat jalan yang penuh lalu lalang kendaraan bermotor. Lalu, tempatkan display windows yang cukup lebar, sehingga setiap orang yang berjalan melewati toko buku Anda bisa dengan mudah melihat koleksi buku yang Anda tawarkan. Bila perlu, tambahkan semacam carts atau rak untuk memajang buku – buku diskon, buku – buku populer, atau majalah edisi terbaru. Tempatkan rak ini di bagian luar, di dekat pintu masuk. Cara ini cukup jitu untuk menggiring pengunjung agar bersedia masuk ke dalam toko buku Anda.

  1. Sediakan tempat duduk mungil yang nyaman untuk membaca

Tak semua pengunjung datang ke toko buku untuk membeli buku. Kebanyakan mereka hanya datang dan melihat – lihat saja, sembari membaca sekilas. Namun, Anda tetap harus memfasilitasi mereka dengan menyediakan tempat duduk pada toko buku, semacam bangku kecil dengan jumlah yang terbatas. Tempatkan di salah satu sudut di toko buku yang nyaman digunakan untuk membaca. Tambahkan fitur air pada toko buku, seperti air terjun mini, air mancur, atau kolam ikan, di mana bunyi gemericik dari air akan membantu menstimulasi pengunjung agar nyaman dan lebih berkonsentrasi dalam membaca.

  1. Hadirkan semacam coffe shop bersebelahan dengan toko buku

Konsep toko buku yang dipadukan dengan coffee shop kini semakin menjamur di kota – kota besar. Cara ini cukup jitu dalam meningkatkan penjualan. Mereka yang telah membeli buku dan ingin segera membacanya, bisa mampir ke coffee shop sembari menikmati cemilan. Begitu juga sebaliknya, mereka yang baru saja makan dan minum dari coffee shop bisa sejenak mampir di toko buku untuk melihat – lihat. Tapi, pastikan jika pengunjung tidak membawa buku ke dalam coffee shop, kecuali buku yang sudah ia beli.

  1. Sediakan ruangan di toko buku untuk menyimpan stok

Untuk beberapa buku Best Seller, kemungkinan akan ada banyak orang yang mencari dan memburunya, sehingga Anda perlu menyediakan ruangan di belakang toko buku yang fungsinya untuk menyimpan stok buku yang laris di pasaran.

  1. Pilih rak buku yang nyaman dan mudah dijangkau pengunjung

Rak buku pada toko buku harus didesain sesuai kebutuhan konsumen, dengan mengedepankan kemudahan untuk dijangkau. Tinggi rak buku yang paling atas haruslah dalam batasan yang masih bisa dijangkau tangan orang kebanyakan. Lalu, buku sebaiknya didisplay dengan cara berdiri berjajar sesuai kategori dan ditata dengan katalogisasi yang jelas, sehingga memudahkan pembeli dalam mencari buku tertentu. Untuk lebih mempermudah mereka dalam pencarian jenis buku tertentu, sediakan komputer di beberapa lokasi di mana konsumen bisa mengetik judul buku yang ia cari, dan komputer akan menunjukkan kode sekaligus lokasinya.

Rak buku harus dibedakan dengan rak majalah. Rak majalah biasanya lebih rendah, lebih ringan, di mana tiap majalah disusun dengan cover yang menghadap ke muka (ke depan), bukan menyamping seperti halnya buku. Dengan begitu, tiap pengunjung bisa lebih mudah dalam memilih majalah yang ia sukai.

desain_interior_toko_buku_2

Desain Interior dan Furniture Toko Buku

  1. Gunakan variasi furnitur untuk mendisplay buku

Buku – buku yang ada di toko buku dapat didisplay dengan berbagai macam furnitur, mulai dari rak, kabinet, hingga meja dengan laci, atau meja – meja kecil dengan bentuk yang bervariasi. Cara meletakkan buku tentu saja berbeda pada masing – masing furnitur pada toko buku. Tiap – tiap furnitur mesti diletakkan di tempat tertentu dan dikombinasikan dengan penataan buku yang semenarik mungkin. Cara ini sungguh tepat agar tampilan display toko buku tidak membosankan dan monoton.

  1. Investasikan dana yang lebih untuk memilih pencahayaan yang optimal dan dekorasi interior

Tempatkan pencahayaan pada toko buku yang pas, dengan intensitas yang cukup terang dan mempermudah pengunjung untuk membaca. Lalu, kombinasikan dengan warna dinding yang colourful. Tambahkan lukisan atau poster – poster sampul buku yang tengah populer sebagai salah satu dekorasi interior toko buku.  Terakhir, secara periodik, hiasi toko buku Anda dengan pernak – pernik yang merepresentasikan event yang akan atau sedang terjadi, misalnya edisi lebaran, tahun baru, imlek, Natal, atau event awal tahun pelajaran. Lalu, pajang buku – buku yang berkaitan dengan event – event tersebut di tempat – tempat strategis, seperti di dekat pintu utama.

Selamat mencoba :)

..

architectaria.com | Arsitek, Desain Interior, General Contractor

(Jika anda menganggap artikel ini bermanfaat, jika anda menikmati membaca artikel-artikel di web ini, anda dapat berlanggangan untuk membaca artikel ini melalui email. Silahkan klik DISINI jika anda ingin berlangganan membaca artikel dari architectaria.com melalui email).

Mendesain Toko Buku yang Nyaman untuk Dikunjungi is a post from: PT. Architectaria Media Cipta

    



More Recent Articles



Click here to safely unsubscribe from "PT. Architectaria Media Cipta." Click here to view mailing archives, here to change your preferences, or here to subscribePrivacy