Your email updates, powered by FeedBlitz

 
Here are the FeedBlitz email updates for you. Click here to start your FREE subscription



Lebih Dekat dengan Boutique Hotel, Salah Satu Tipe Hotel Paling Menarik and more...

Lebih Dekat dengan Boutique Hotel, Salah Satu Tipe Hotel Paling Menarik

desain butik hotel_1

Sejarah, lokasi, desain, sistem pelayanan, target pengunjung, hingga kelemahan Boutique hotel yang perlu Anda tahu.

 

Ingin merasakan sensasi menginap di hotel yang tak biasa? Saatnya menjatuhkan pilihan pada Boutique Hotel. Pada edisi lalu, kita telah menyinggung sedikit hal mengenai tipe hotel ini. Kali ini, kita akan mengeksplor lebih dalam dan mencari tahu hal – hal yang menarik pada Boutique Hotel ini, termasuk sejarah, pelayanan, desain, lokasi, dan kelemahan jenis hotel tipe ini.

Sejarah Boutique Hotel

Boutique hotel pertama kali didirikan pada kisaran tahun 1980an dan Boutique hotel yang pertama didirkan di kota – kota besar di Eropa dan Amerika, seperti London dan San Fransisco. Dua orang yang pertama kali mendirikan Boutique hotel ini adalah Ian Schrager dan Steve Rubell. Mereka berdua menjuluki hotelnya,Morgans, dengan sebutan Boutique hotel karena desain dan furnitur yang berbeda dengan tipikal hotel pada umumnya. Sejak saat itu, istilah Boutique hotel semakin populer.

Lokasi Boutique hotel

Boutique hotel biasanya banyak berlokasi di kota – kota yang menjadi pusat bisnis dan entertainmen, di mana tingkat trafik pengunjungnya cukup tinggi dan memungkinkan tingginya tingkat okupansi hotel. Boutique hotel juga menargetkan beberapa kota – kota yang menjadi destinasi wisata. Di Indonesia, Boutique hotel banyak ditemui di kawasan wisata seperti Yogyakarta dan Bali. Desainnya pun dibuat lekat dengan unsur budaya lokal, yang sekaligus menjadi pembeda hotel ini dengan yang lain.

Ukuran Boutique hotel

Mengenai ukuran Boutique hotel, tidak ada standar yang pasti. Yang jelas, mayoritas Boutique hotel terdiri dari 100 – 150 kamar, namun kadang ada juga yang hanya terdiri dari kurang dari 100 kamar hotel.

Desain Boutique hotel

Dalam masalah desain, di sinilah letak keunggulan Boutique hotel. Boutique hotel kerap menawarkan desain – desain yang out of the box. Meski begitu, beberapa Boutique hotel yang masih dalam jaringan yang sama kadang memiliki fitur – fitur desain yang hampir seragam, misalnya jumlah ruang, penempatan tiap – tiap ruang, hingga perlengkapan yang tersedia, semua dibuat sama. Meski begitu, mereka tetap menonjolkan desainnya, terutama desain arsitekturnya yang bisa langsung terlihat dari luar.

Berbeda dengan konsep desain hotel tematik yang kadang terlihat ‘nyeleneh’, desain arsitektur Boutique hotel masih tergolong wajar, bahkan kadang banyak mengadopsi unsur budaya dan ornamen lokal. Salah satu contoh Boutique hotel yakni The Emperor Hotel di Beijing. Hotel ini juga menawarkan keunikan lain, dimana setiap kamar dilabeli dengan nama – nama kekaisaran China. Dengan begitu, para tamu akan merasa mendapatkan pengalaman yang unik dan spesial tatkala menginap di sini.

desain butik hotel_2

Desain Arsitektur Butik Hotel (Rattan Akosin Hotel by Orion)

Sistem pelayanan Boutique hotel

Meskipun dalam hal jumlah kamar Boutique hotel ini tergolong sedikit, namun hal ini ditutupi dengan pelayanan yang maksimal dari semua pekerjanya. Dengan jumlah pengunjung yang tak terlalu banyak, hal ini memungkinkan para pekerja di hotel ini memberikan pelayanan dan pendekatan yang lebih intens dengan tiap pengunjung. Tak jarang, mereka hafal beberapa nama tamu, terutama mereka yang menginap dalam jangka waktu yang lama.

Selain itu, ratio atau perbandingan jumlah tamu dan jumlah pekerja dibuat agar tetap rendah, dengan demikian setiap orang pekerja hanya melayani jumlah tamu yang sedikit. Hal ini memungkinkan mereka melakukan pengamatan dan pengenalan yang lebih dekat dengan para tamu dan menciptakan nuansa keakraban, sehingga tamu merasa nyaman. Tak jarang, beberapa tamu menginap berulang kali di Boutique hotel yang sama guna bertemu dengan para staff dan pekerja di hotel tersebut.

Boutique hotel juga menawarkan beragam fitur pendukung seperti kolam renang, spa, kelas yoga, kelas seni, dan beberapa fitur lain yang disesuaikan dengan target pengunjung dan momen – momen tertentu.

Target pengunjung Boutique hotel

Target pengunjung dari Boutique hotel ini adalah para wisatawan muda yang menyukai petualangan dan ingin sensasi menginap yang lebih etnik, akrab, membumi, tanpa fasilitas dan kemewahan yang berlebihan. Tak heran, pengunjung Boutique hotel ini rata – rata berusia 20 hingga 40 tahunan, usia yang masih tergolong muda.

Meski tak menyediakan jumlah area yang cukup luas untuk keperluan bisnis, namun kadang beberapa perusahaan lebih senang mengadakan meeting di Boutique hotel. Hal ini bertujuan memberikan kesempatan bagi para staff untuk meeting sembari merasakan nuansa liburan.

Kelemahan atau kekurangan Boutique hotel

Poin – poin di atas hanya menonjolkan kelebihan Boutique hotel. Tak lengkap rasanya jika kita tak mengetahui apa saja kelemahan atau kekurangan Boutique hotel ini. Salah satu kelemahannya adalah ukuran yang terlalu kecil, yang memungkinkan pengunjung sering bertemu dengan staff, pekerja, atau pengunjung lain berkali – kali dalam sehari. Hal ini memberikan nuansa privasi yang rendah, sehingga tidak cocok bagi pengunjung yang ingin berlibur untuk menenangkan diri.

Selain itu, terkadang beberapa Boutique hotel memasang tarif kamar dan pelayanannya hampir sama dengan hotel full-service pada umumnya, atau bahkan jauh lebih mahal. Namun jika Anda sedang ingin berlibur untuk mencari tantangan dan nuansa baru yang penuh keakraban, tak ada salahnya memilih menginap di Boutique hotel ini.

..

architectaria.com | Arsitek, Desain Interior, General Contractor

(Jika anda menganggap artikel ini bermanfaat, jika anda menikmati membaca artikel-artikel di web ini, anda dapat berlanggangan untuk membaca artikel ini melalui email. Silahkan klik DISINI jika anda ingin berlangganan membaca artikel dari architectaria.com melalui email).

Lebih Dekat dengan Boutique Hotel, Salah Satu Tipe Hotel Paling Menarik is a post from: PT. Architectaria Media Cipta

    



Ingin Menginap di Hotel? Ini Beragam Tipe Hotel yang Mesti Anda Tahu

kamar hotel

Beragam tipe hotel berdasarkan tujuan, desain, hingga target pengunjungnya yang wajib diketahui para pelancong sebelum berpergian dan memesan kamar hotel.

 

Bagi para pelancong atau penikmat travelling, tentu tak asing lagi dengan berbagai tipe penginapan, mulai dari motel, villa, guest house, hotel, hingga resort. Hotel merupakan salah satu rujukan bagi mereka yang gemar bepergian. Hotel banyak terdapat di kota – kota besar di Indonesia mulai dari hotel dengan skala bintang 3 hingga skala bintang 5, semua menyajikan sensasi dan fasilitas yang berbeda.

Namun, taukah Anda bahwa hotel tidak hanya dibedakan dari segi fasilitas yang dilihat dari jumlah bintangnya, tapi juga dari tipe, tujuan, desain, hingga target pengunjungnya. Ingin tahu tipe – tipe hotel yang paling sering ditemui? Tertarik untuk menginap di sana? Yuk kita cari tahu ragam tipe hotel berikut ini.

  • Boutique hotel

Meskipun memiliki nama Boutique atau butik, namun Boutique hotel ini tidak ada kaitanya sama sekali dengan butik yang biasa kita kenal sebagai pusat penjualan pakaian. Boutique hotel merupakan hotel yang didesain tidak terlalu besar dan hanya hanya terdiri dari +- 100 kamar. Tidak seperti hotel pada umumnya yang kerap dihiasi dengan furnitur, ornamen, dan dekorasi yang mahal, Boutique hotel ini menyajikan nuansa yang lebih bersahaja dan santai. Dekorasinya dibuat lebih artistik dan lebih personalized tanpa menonjolkan kesan mewah.

  • Bed and Breakfast

Bed and breakfast merupakan jenis hotel yang lebih menyerupai guest house, di mana para tamu hotel diperlakukan sebagai bagian dari keluarga ketimbang sebagai tamu atau customer. Kamar – kamar yang tersedia di hotel tipe Bed and Breakfast dibuat berdekatan satu sama lain dengan pengunjung lainnya. Dan sesuai namanya, hotel jenis ini menyajikan menu breakfast atau sarapan yang menjadi salah satu fitur yang ditawarkan hotel.

Hotel tipe Bed and Breakfast kadang dibuat dari sebuah mansion atau rumah yang cukup luas dan dikomersialkan sebagai tempat penginapan layaknya hotel. Akibatnya, ruangan dan kamar – kamar yang tersedia di hotel ini jaraknya cukup berdekatan. Bahkan, kadang jumlah kamar mandi tidak sebanyak jumlah kamar tidur. Dengan kata lain, kamar mandi tidak selalu ada di setiap kamar tidur. Maka, pengunjung harus menggunakan satu kamar mandi yang digunakan secara bergantian. Tak heran, hotel tipe ini menyajikan tingkat privasi yang rendah bagi pengunjungnya.

  • Hostels

Hostel merupakan tipe hotel atau yang lebih tepat disebut sebagai penginapan. Hostel dikenal dengan standar harga penginapan yang cukup terjangkau, sehingga cocok bagi backpacker atau pelancong dengan budget terbatas. Mayoritas, tamu yang menginap di sini adalah pelajar atau pelancong yang ingin menikmati liburan dalam waktu yang lama, sehingga mereka memilih tinggal di tempat dengan biaya yang kecil agar bisa lebih lama berada di tempat tujuan wisata. Kadang, hostel ini menyajikan kamar dengan beberapa tempat tidur yang digunakan oleh beberapa pengunjung yang berbeda. Dalam satu kamar, bisa diisi 2 hingga 6 tamu sekaligus.

Berbeda dengan hotel yang segalanya full-service, di sini biasanya terdapat dapur atau pantry di mana pengunjung harus menyiapkan makanannya sendiri. Tak hanya itu, jumlah kamar mandi pun cukup terbatas, maka, para tamu harus sedikit berebut dengan tamu yang lain jika ingin menggunakan kamar mandi.

  • Hotel tematik

Hotel tematik biasanya menyajikan sensasi menginap yang luar biasa bagi pengunjungnya. Hotel tematik ini cukup diminati karena memberikan konsep desain yang tak biasa. Misalnya hotel yang terbuat dari tumpukan balok es, hotel yang terbuat dari bahan – bahan daur ulang, hingga hotel yang berbentuk menyerupai kapal pesiar seperti hotel The RMS Queen Mary di California. Anda ingin coba? :D

  • Conference Hotel

Conference hotel merupakan hotel yang didesain untuk mengakomodasi kegiatan yang melibatkan banyak orang, sehingga jumlah kamar yang disediakan cukup banyak. Biasanya, conference hotel dilengkapi dengan meeting room, media presentasi (proyektor, sound system, layar, dll), kursi dan meja yang cukup banyak, dan fitur – fitur lain yang menunjang kepentingan konferensi, seminar, hingga meeting bisnis.

Beberapa fitur tambahan yang disediakan hotel ini antara lain kolam renang yang luas, fitness centre, lapangan tenis, area joging, dsb. Tak jarang, hotel ini juga menyediakan ballroom yang bisa disewa untuk pesta pernikahan, wisuda, atau perayaan tertentu.

butik hotel_2

Desain Resort dan Butik Hotel

  • Resort Hotel

Resort hotel, atau lebih sering disebut sebagai resort saja, merupakan hotel yang menawarkan paket menginap plus liburan ke tempat – tempat wisata yang lokasinya tak jauh dari resort. Resort ini menekankan pada konsep rekreasi, sehingga para pengunjung bisa menikmati liburan di tempat wisata sambil dimanjakan dengan fasilitas hotel yang mewah. Di sini, pengunjung akan ditawarkan beragam paket aktifitas liburan, mulai dari berenang, menyelam, berselancar, bermain golf, hingga aktifitas rileksasi seperti spa dan yoga. Maka, tak heran jika kebanyakan resort ini dibangun dekat dengan obyek wisata alam, seperti pegunungan, perbukitan, pantai, atau kawasan penyelaman.

Selamat mencoba :)

..

architectaria.com | Arsitek, Desain Interior, General Contractor

(Jika anda menganggap artikel ini bermanfaat, jika anda menikmati membaca artikel-artikel di web ini, anda dapat berlanggangan untuk membaca artikel ini melalui email. Silahkan klik DISINI jika anda ingin berlangganan membaca artikel dari architectaria.com melalui email).

Ingin Menginap di Hotel? Ini Beragam Tipe Hotel yang Mesti Anda Tahu is a post from: PT. Architectaria Media Cipta

    


Desain Interior sebuah bar di Sydney bernuansa New York karya Luchetti Krelle

bar interior design_1

Desain interior sebuah bar unik di Sydney karya studi Luchetti Krelle dengan nuansa klasik New York khas pedesaan yang diberi detail ornamen khas Asia.

 

Pada edisi kemarin, kita sudah mengenal berbagai macam desain dan konsep lounge yang bisa diterapkan baik untuk kepemilikian pribadi maupun yang dibuat untuk tujuan bisnis. Pada edisi artikel kali ini, topik yang akan dibahas tak jauh dari lounge, yakni desain sebuah bar yang juga kerap diidentikan sebagai area lounge. Namun, desain interior bar yang akan kita review kali ini bukan sembarang bar, melainkan sebuah bar dengan konsep unik khas New York. Bar ini berlokasi di Sydney, Australia dan didesain oleh studio arsitektur Luchetti Krelle

Sekilas tentang desain interior Donny’s Bar, Sydney, Australia

Bar ini dijuluki Donny’s Bar. Bar ini sengaja dirancang dengan konsep klasik ala New York, tepatnya menyerupai sebuah desain loteng yang kecil dan minim cahaya. Tak heran, desain Donny’s Bar memiliki atmosfer yang remang – remang dan sedikit cahaya, terbukti dari pemilihan warna hitam nan elegan sebagai warna utama di bar ini. Hal ini bisa kita saksikan dalam foto – foto hasil jepretan fotrografer Michael Wee berikut ini.

bar interior design_14

Desain Interior Bar bergaya Industrial – view 2

Bar berkonsep New York dengan sentuhan ornamen Asia

Berlokasi di Sydney, bar ini menyajikan berbagai macam hidangan khas Asia. Tak heran, di sudut – sudut bar ini terdapat pengaruh Asia yang cukup kental, yang terlihat dari detail dan ornamen dindingnya. Hal ini dimaksudkan untuk membuat nuansa bar layaknya area Pecinan yang hampir bisa dijumpai di setiap negara, khususnya di Australia.

bar interior design_6

Desain Interior Bar bergaya Industrial – view 3

bar interior design_7

Desain Interior Bar bergaya Industrial – view 4

Sang desainer bersama dengan sang pemilik bar bertujuan ingin menampilkan keramahan khas New York dengan sedikit sentuhan etnik Asia walaupun dengan budget yang terbatas. Meski menyajikan menu makanan khas Asia, sang desainer mengungkapkan ia dan tim nya tak ingin terlalu berlebihan dalam memberikan detail dan ornamen Asia, karena memang bukan itu poin utamanya. Sebab, kesan yang ingin ditonjolkan di sini adalah kesan privat, hangat, nan bersahaja ala New York.

bar interior design_4

Desain Interior Bar bergaya Industrial – view 5

bar interior design_5

Desain Interior Bar bergaya Industrial – view 6

bar interior design_3

Desain Interior Bar bergaya Industrial – view 7

Selain itu, bar ini didesain untuk seeorang klien yang berasal dari kawasan pedesaan di New South Wales. Untuk itu, sang desainer berusaha memasukan detail – detail yang khas nuansa pedesaan. Mezzanine sengaja ditempatkan dibelakang area masuk, sehingga memungkinkan pengunjung mendapatkan view sepenuhnya dalam melihat interior desain bar ini. Tak jauh dari sini, di bagian depan bar, kita bisa menemukan bantalan rel kereta api bekas sebagai aksen yang unik pada bar ini.

bar interior design_8

Desain Interior Bar bergaya Industrial – view 8

Pengunaan berbagai macam bahan daur ulang

Di area ini, berbagai macam bahan daur ulang digunakan untuk mengubah ruang yang semula terlihat mencolok menjadi lebih gelap nan elegan. Sehingga, suasana di sini terkesan remang – remang. Tak hanya itu, dinding ruangan juga dibuat dari batu bata dan lantai yang seluruhnya terbuat dari beton. Sehingga, tercipta kesan classic bar yang kental di sini.

bar interior design_9

Desain Interior Bar bergaya Industrial – view 9

Di area ini terdapat sebuah meja konter yang dilapisi tembaga dan dipoles sedemikian rupa hingga permukannya mengkilat. Meja konter ini terletak di lantai bawah dan sekaligus berfungsi titik fokal pada bar ini. Di sini kita juga dapat menemukan penggunaan material kayu dan batu – batu paving yang semuanya merupakan material daur ulang.

bar interior design_2

Desain Interior Bar bergaya Industrial – view 10

Material tersebut tertata dengan apik pada bagian dasar meja konter. Penggunaan material kayu ini dianggap mampu memberikan unsur klasik alat pedesaan New York tempo dulu. Sementara itu, penggunaan material tembaga pada meja konter menciptakan kontras, namun terkesan harmonis berkat aksen lining boards yang dibuat diagonal yang melintang dari langit – langit hingga dinding – dindingnya.

Furnitur yang diatur di dua tempat yang berbeda untuk tujuan yang berbeda

Untuk melengkapi kesan klasik ala New York, bar ini dilengkapi dengan furnitur berupa meja – meja yang tinggi dan kursi – kursi yang menghadap langsung ke arah dinding. Sementara itu, di sebelah tangga spiral terdapat furnitur antik berupa sofa kulit yang dilengkapi meja – meja yang rendah.

bar interior design_10

Desain Interior Bar bergaya Industrial – view 11

bar interior design_12

Desain Interior Bar bergaya Industrial – view 12

Meja dan kursi tinggi pada bar ini sengaja dibuat demikian untuk menciptakan area yang nyaman untuk makan. Di bagian sudutnya, juga terdapat area duduk yang lebih difungsikan sebagai area mengobrol dengan santai.

Pencahayaan terbuat dari puluhan lampu – lampu terbungkus kawat

Pencahayaan ditempatkan merata di seluruh sudut ruangan dengan intensitas yang rendah agar lebih menguatkan kesan remang – remang itu sendiri. Sebagai pencahayaan tambahan sekaligus sebagai aksen pada interior bar ini, puluhan lampu yang terbungkus kawat kecil ditempatkan di langit – langit bar.

bar interior design_16

Desain Interior Bar bergaya Industrial – view 13

bar interior design_17

Desain Interior Bar bergaya Industrial – view 14

bar interior design_20

Desain Interior Bar bergaya Industrial – view 15

bar interior design_21

Desain Interior Bar bergaya Industrial – view 16

Pada bagian tengah bar ini, material batu bata dan papan – papan kayu tampak mendominasi dinding – dindingnya. Sementara itu di bagian yang lain, kita bisa menjumpai gambar ornamen khas Asia dengan warnanya yang merah. Meski ornamen Asia di sini hanya ditampilkan dalam porsi yang kecil, namun cukup memberikan sentuhan yang etnik di bar nan elegan ini.

(image source by: www.dezeen.com)

..

architectaria.com | Arsitek, Desain Interior, General Contractor

(Jika anda menganggap artikel ini bermanfaat, jika anda menikmati membaca artikel-artikel di web ini, anda dapat berlanggangan untuk membaca artikel ini melalui email. Silahkan klik DISINI jika anda ingin berlangganan membaca artikel dari architectaria.com melalui email).

Desain Interior sebuah bar di Sydney bernuansa New York karya Luchetti Krelle is a post from: PT. Architectaria Media Cipta

    



Variasi Desain dan Konsep Lounge, Baik untuk Pribadi maupun Investasi

lounge_1

Beragam desain dan konsep lounge yang bisa diterapkan di rumah maupun dijadikan lahan bisnis untuk berinvestasi.

Lounge biasa digunakan sebagai area bersantai, mengobrol, menikmati hidangan, dan kadang dilengkapi dengan hiburan berupa penampilan musik live. Area lounge ini biasa terdapat pada hotel, kafe, atau penginapan. Sebagai area untuk rileksasi, tak ayal lounge mesti didesain dengan konsep yang bisa membawa nuansa santai bagi para pengunjung. Tak hanya itu, lokasi lounge juga mesti diperhatikan dengan baik, apakah nantinya akan berada di dalam ruangan atau berada di luar ruangan.

Terpikir untuk membangun area lounge untuk pribadi? Atau justru Anda berminat menjadikannya sebagai investasi? Berikut ini beberapa ide desain lounge yang bisa diterapkan dan diambil sebagai inspirasi dalam mewujudkan lounge idaman.

Desain Lounge dengan konsep Maroko

Pada desain lounge dengan konsep Maroko ini, penggunaan warna – warna kuning, biru, merah marun begitu kental. Maka, terapkan salah satu atau kombinasi warna ini pada dindingnya. Jangan lupa beri sentuhan aksen khas Maroko, gunakan drapery atau gorden yang besar dan menjuntai. Untuk menciptakan nuansa yang lebih akrab, tempatkan alas lantai berupa karpet tebal yang dilengkapi dengan beberapa cushions, sehingga semua orang bisa mengobrol di area lounge ini dengan santai.

Untuk mempertegas atmosfernya, ciptakan efek visual melalui keberadaan lighting dan cermin di sudut – sudutnya. Tipe lounge seperti ini bisa difungsikan baik untuk kepemilikan pribadi maupun untuk bisnis.

Lounge dengan house concept

Hampir semua orang sepakat bahwa area atau tempat yang paling nyaman adalah rumah. Untuk itu, kita bisa mengadaptasi konsep rumahan ini pada lounge, di mana area lounge terbagi dalam ruang – ruang secara terpisah dan setiap ruang memiliki karakter dan konsep yang berbeda. Anda bisa mengatur satu ruangan yang dijadikan sebagai ruang VIP, yang dilengkapi dengan dimmed lighting dan furnitur – furnitur mewah dan berkelas. Sementara itu, ruangan lain bisa dibuat dengan tema – tema yang unik, misal tema country, klasik, vintage, retro, atau modern-kontemporer.

Di tengah atau pusat ruang – ruang tersebut, lokasikan dance floor, di mana setiap pengunjung bisa mengaksesnya dan menyatu di area ini. Selain itu, area bar bisa dibuat layaknya dapur di rumah. Dengan lounge yang berkonsep rumahan, tentu membuat Anda merasa bebas untuk mengaplikasikan lebih dari satu konsep lounge, serta lebih mudah memilih warna, dekorasi, dan furnitur yang Anda inginkan. Tipe lounge seperti ini lebih cocok difungsikan untuk keperluan bisnis.

lounge_2

Desain Lounge yang Berkonsep Rumahan

Outdoor Lounge

Ingin nuansa yang lebih hangat dan lekat dengan alam? Ciptakan sebuat outdoor lounge. Namun sebelumnya, pastikan Anda menentukan lokasi tiap – tiap elemennya, misalnya lokasi kursi, meja, hingga lokasi perapiannya. Pilih jenis meja dan kursi yang terbuat dari besi agar lebih kokoh dan lebih tahan ditempatkan di area luar. Setelah itu, tempatkan cushion dan taplak meja dengan warna – warna cerah, seperti kuning, oranye, ata merah, sehingga terasa lebih pas jika dikombinasikan dengan warna hijau dari pepohonan di sekeliling area ini.

Lokasi perapian sebaiknya tidak terlalu jauh dari meja dan kursi. Anda juga bisa menambahkan alat pemanggang di sini bila Anda ingin membuat BBQ. Untuk kegiatan di malam hari, gunakan lentera dari kaca atau gunakan lampion yang dipasang di atas tiang atau di batang – batang pohon. Tempatkan sebuah ayunan di bawah lentera ini, dengan demikian area lounge akan terasa semakin lengkap. Tipe lounge seperti ini lebih cocok untuk kepemilikan pribadi dibandingkan bisnis.

Lounge dengan tema Nightclub

Area lounge bertema klub malam (nightclub) cocok bagi Anda penyuka hiburan malam. Anda bisa mendesain lounge ini dengan menempatkan bar, kursi – kursi tinggi tanpa sandaran, dan tentunya dimmed lighting. Untuk memberi sentuhan modern, Anda bisa memilih warna putih sebagai warna dominan, kemudian letakkan bubble chairs dengan warna – warna modern, seperti ungu atau silver dan lengkapi dengan cushion warna merah. Tempatkan dengan white basin table yang atasnya terbuat dari kaca.

Tambahkan karpet dengan kombinasi warna hitam dan silver dengan pola – pola sirkuler pada lantainya. Anda bisa juga menempatkan sofa dan couches berwarna putih dengan sandaran yang rendah, serta glass-top bar sebagai detail tambahan pada area lounge ini. Tipe lounge seperti ini lebih tepat difungsikan untuk bisnis.

Zen Garden

Bagi Anda yang ingin menjadikan lounge sebagai area relaksasi, konsep Zen Garden ini sangat tepat. Berlokasi di outdoor, Zen Garden ini mengaplikasikan warna dan fitur – fitur yang kental nuansa Asia, misalnya penggunaan furnitur kayu dari darkwood, kursi – kursi dengan sandaran yang tinggi, meja – meja kecil, yang semunya terbuat dari kayu. Area ini bisa digunakan untuk menikmati makanan, membaca buku, atau hanya sekedar minum teh. Di area lounge berkonsep Zen Garden ini, warna – warna yang dominan antara lain Aqua-green, hijau, abu – abu, cokelat, dan warna – warna lain yang menonjolkan kesan kalem.

Anda juga bisa menempatkan beberapa patung budha atau figur lain yang terbuat dari batuan alam dan letakkan di beberapa sudut lounge. Jangan lupa hadirkan fitur air, misalnya air terjun mini atau kolam ikan. Untuk mempertegas nuansanya, tempatkan beberapa mangkuk – mangkuk kecil dengan lilin terapung di atasnya, kemudian letakkan di tiap – tiap meja. Tipe lounge seperti ini lebih tepat untuk kepemilikan pribadi ketimbang untuk bisnis.

Selamat mencoba :)

..

architectaria.com | Arsitek, Desain Interior, General Contractor

(Jika anda menganggap artikel ini bermanfaat, jika anda menikmati membaca artikel-artikel di web ini, anda dapat berlanggangan untuk membaca artikel ini melalui email. Silahkan klik DISINI jika anda ingin berlangganan membaca artikel dari architectaria.com melalui email).

Variasi Desain dan Konsep Lounge, Baik untuk Pribadi maupun Investasi is a post from: PT. Architectaria Media Cipta

    


Memilih Matras Terbaik untuk Kualitas Tidur yang Optimal

matras_1

Berbagai Jenis dan ukuran matras, serta tips memilih matras yang tepat untuk mendapatkan kualitas tidur yang optimal.

Jenis dan ukuran matras

Matras atau biasa juga disebut kasur, hadir dalam berbagai jenis. Tipe atau jenis matras ada yang didasarkan pada bahannya, namun ada juga yang didasarkan pada ukurannya. Berdasarkan ukuran, beberapa tipe matras yang umum kita kenal antara lain:

  • Tipe King Size dengan ukuran lebar 76 inchi dan panjang 80 inchi
  • Tipe California king dengan ukuran lebar 72 inchi dan panjang 84 inchi
  • Tipe Queen size dengan ukuran lebar 60 inchi dan panjang 80 inchi
  • Tipe full size dengan ukuran lebar 54 inchi dan panjang 75 inchi
  • Tipe twin atau single size dengan ukuran lebar 39 inchi dan panjang 75 inchi
  • Tipe twin extra-long dengan ukuran lebar 39 inchi dan panjang 80

Cara memilih matras yang tepat

Sebelum Anda memutuskan untuk pergi ke toko mebel dan membeli matras, ada baiknya Anda melakukan beberapa persiapan di bawah ini. Dengan demikian, Anda bisa pulang dengan puas karena telah memilih tipe matras yang Anda inginkan.

  • Coba matras sebelum membeli

Di toko mebel, kadang pemilik toko menyediakan beberapa sample matras yang bisa dicoba oleh pembeli. Anda bisa mencoba duduk di atasnya dan rasakan apakah busa dan bahannya sudah sesuai dengan yang Anda harapkan. Selain itu, pastikan agar tekstur matras tidak terlalu padat dan keras, tapi juga tidak terlalu lembut. Matras yang terlalu padat dan keras akan memberikan stres yang lebih besar pada tulang belakang Anda, yang menyebabkan sakit pada punggung Anda. Sementara itu, matras yang terlalu lembut akan mudah longgar dan cepat menipis.

  • Cari tahu garansi

Beberapa matras, terutama yang tergolong berkelas premium dengan harga hingga jutaan rupiah, memiliki waktu garansi mulai dari 5 tahun hingga 10 tahun. Maka, tanyakan mengenai ketersediaan garansi dan cari tahu jenis kerusakan apa saja yang diperhitungkan oleh garansi.

  • Pertimbangkan ukuran

Dalam memilih matras, pastikan apakah kelak Anda akan menggunakannya untuk tidur sendiri atau berdua dengan pasangan. Jika matras ini hanya digunakan untuk sendiri, Anda bisa memilih tipe Queen size, yang tak terlalu lebar tapi cukup panjang. Sementara jika Anda menggunakannya untuk berdua, maka tipe King Size paling cocok. Sedangkan matras yang ditujukan untuk anak – anak, sebaiknya pilih tipe twin atau single size.

  • Baca labelnya dan lihatlah material yang digunakan

Kasur atau matras biasanya terbuat dari busa yang dilengkapi per dan kain pembungkus matras (ticking). Untuk matras yang berkualitas baik, ticking biasanya terbuat dari bahan katun dan kimca (damask). Namun, kadang ticking juga terbuat dari bahan sintetis, seperti polyester, wool, atau vinyl. Beberapa orang mengalami alergi pada busa atau material tertentu yang ada pada matras. Jika Anda tergolong orang yang alergi dengan material pada matras, maka cek label secara langsung untuk melihat bahan matras dan bukan atas informasi atau arahan dari salesnya. Dengan begitu, Anda bisa merasa lebih yakin untuk membeli matras tersebut sebelum membawanya pulang.

  • Beli matras dengan handle yang terpasang pada inner springs.

Keberadaan handle pada inner spring akan membuat matras lebih kokoh. Maka, pastikan bahwa matras yang Anda pilih memiliki handle pada bagian inner springnya.

  • Cek jumlah gulungan

Gulungan (coil) pada permukaan matras dibuat bukan tanpa sebab, melainkan dengan perhitungan dan konstruksi yang tepat agar sesuai kontur tulang belakang kita, sehingga kita bisa merasa nyaman berbaring di atasnya dan mendapatkan kualitas tidur yang optimal. Jumlah coil ini bervariasi, tergantung ukuran matras. Misal untuk tipe full size, jumlah coil nya mencapai 300, pada tipe Queen size jumlah coil nya 375, dan tipe King size yang memiliki jumlah coil terbanyak, yakni mencapai 450. Tiap coil memiliki ukuran diameter yang bervariasi. Semakin lebar diamaternya, maka semakin kuat matras tersebut.

  • Beli matras dan boxnya sekaligus dalam satu set

Saat membeli matras, tentu kita juga ingin turut membeli boxnya. Untuk itu, beli matras dan box ini sekaligus dalam satu set, dan bukan secara terpisah. Dengan demikian, posisi matras pada boxnya akan lebih stabil karena telah didesain dengan ukuran yang pas.

matras_2

Bedroom Sets dengan Tempat Tidur dan Matras

Tips dalam merawat dan membersihkan matras

  • Pasang spresi segera setelah matras berada di rumah. Pilih jenis dan ukuran sprei yang tepat, yang disesuaikan dengan ukuran matras.
  • Ganti sprei secara berkala dan bersihkan matras dengan vacumm cleaner. Vacuum cleaner berfungsi menyedot debu dan tungau yang sering terdapat pada permukaan matras.
  • Sesekali semprotkan freshener atau penyegar pada permukaan matras untuk mengusir bau yang tidak sedap
  • Jika matras terkena tumpahan air, segera lap air tersebut sebelum merembes ke dalam matras dan mengenai per. Per yang terkena air akan menjadi riskan untuk berkarat. Gunakan hair dryer untuk mempercepat proses pengeringan.

Selamat mencoba :)

..

architectaria.com | Arsitek, Desain Interior, General Contractor

(Jika anda menganggap artikel ini bermanfaat, jika anda menikmati membaca artikel-artikel di web ini, anda dapat berlanggangan untuk membaca artikel ini melalui email. Silahkan klik DISINI jika anda ingin berlangganan membaca artikel dari architectaria.com melalui email).

Memilih Matras Terbaik untuk Kualitas Tidur yang Optimal is a post from: PT. Architectaria Media Cipta

    



More Recent Articles



Click here to safely unsubscribe from "PT. Architectaria Media Cipta." Click here to view mailing archives, here to change your preferences, or here to subscribePrivacy